Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 13.40 WIB

Presiden Turki akan Laporkan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional terkait Pelanggaran HAM

Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (17/10). Sumber: Khaled Omar/tm/am./Xinhua/ANTARA - Image

Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (17/10). Sumber: Khaled Omar/tm/am./Xinhua/ANTARA

JawaPos.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya akan berusaha sekuat tenaga untuk melaporkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan, Netanyahu sudah tidak dapat diajak berbicara lagi, sehingga Turki telah memutuskan hubungan dengan Perdana Menteri Israel tersebut.

Dia menyampaikan pernyataan itu kepada para wartawan dalam pesawat kepresidenan sepulang dari Kazakhstan, setelah menghadiri pertemuan tingkat tinggi Organisasi Negara-Negara Turki.

Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Netanyahu sudah tidak mendapat dukungan dari rakyat Israel.

Menurutnya, PM Israel tersebut berusaha untuk meraih dukungan guna melanjutkan serangan terhadap Palestina dengan memanfaatkan retorika agama.

“Saya telah mengatakan sesuatu dalam pidato saya dalam aksi mendukung Palestina. Saya mengumumkan bahwa kami akan mendukung inisiatif yang akan membawa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang Israel ke Mahkamah Pidana Internasional," ujar Recep Tayyip Erdogan.

"Otoritas-otoritas terkait kami, terutama kementerian luar negeri, akan melaksanakan pekerjaan ini,” lanjutnya dikutip dari ANTARA.

Erdogan menyatakan bahwa Ankara bersedia menjadi penengah bagi Gaza setelah pertempuran ini.

Dia juga menegaskan kembali dukungan Turki kepada rakyat Gaza di tengah agresi terus berlanjut oleh Israel.

Tentara Israel telah memperluas serangannya melalui udara dan darat di Jalur Gaza, yang telah menjadi target serangan udara tanpa henti sejak serangan Hamas terhadap Israel pada Sabtu (7/10).

Lebih dari 9.227 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, meninggal dalam serangan Israel sejak saat itu.

Sementara itu, jumlah korban jiwa di Israel telah mencapai 1.500 orang, menurut data resmi pemerintah.

Pengepungan Israel di Jalur Gaza juga telah membuat pasokan bahan pokok semakin menipis bagi 2,3 juta penduduk Gaza.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore