Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 20.45 WIB

Dino Patti Djalal Ungkap Satu Cara Agar Konflik Antara Palestina-Israel Bisa Berakhir

Dino Patti Djalal, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5./ Instagram @dinopattidjalal - Image

Dino Patti Djalal, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5./ Instagram @dinopattidjalal

JawaPos.com – Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5, Dino Patti Djalal, menyampaikan bahwa hanya ada satu cara agar konflik dan perang Palestina-Israel segera berakhir.

Dino Patti Djalal mengatakan, sebenarnya solusi konflik Palestina-Israel sudah ada, namun ia melihat tak ada pihak yang benar-benar ingin menjalankan solusi itu.

Melalui akun Instagramnya pada Minggu (29/10), Dino Patti Djalal mengatakan, bahwa perdamaian yang permanen hanya bisa dicapai dengan satu cara, yaitu solusi politik.

“Solusi militer tidak akan menyelesaikan masalah. Serangan militer Israel sedahsyat apapun tidak akan mungkin membungkam semangat Palestina untuk merdeka,” kata mantan Menlu sekaligus Founder FPCI itu.

Israel juga tidak akan mungkin menaklukkan secara militer bangsa Palestina selamanya. Di lain pihak ribuan rudal dan bom dari Hamas ke Israel juga tidak akan mungkin mengakhiri kontrol Israel terhadap Gaza dan Tepi Barat,” tambahnya.

Jika semua pihak lebih mendahulukan solusi militer ketimbang solusi politik, maka dipastikan perang Hamas-Israel di Gaza semakin memburuk, karena Israel sudah bertekad untuk menghancurkan Hamas sebagai balasan atas serangan Hamas 7 Oktober.

“Jadi kuncinya bukan solusi militer, dan juga bukan status quo yang sekarang berlaku dimana bangsa Palestina di Gaza diperlakukan semacam sistem yang dinamakan sistem Apartheid,” kata Dino Patti Djalal.

Menurutnya, menghentikan Perang Palestina-Israel harus melalui solusi politik, dalam bentuk hasil kompromi, dirundingkan, dan disepakati oleh kedua belah pihak, Israel dan Palestina dalam hal ini termasuk Hamas.

Kemudian ia melihat akar konflik Palestina-Israel adalah status Yerusalem, status jutaan pengungsi Palestina di luar negeri, batas wilayah Negara Palestina, status Masjid Al Aqsa, dan juga suatu pengaturan bersama yang menjamin keamanan.

“Dalam konflik Palestina-Israel, wujud akhir dari solusi politik ini sebenarnya sudah ada, yaitu solusi dua negara atau two states solution, dimana Israel dan Palestina sama-sama mengakui kemerdekaan masing-masing,” pungkasnya.

Mengapa Solusi Politik Two States Solution tidak Pernah Tercapai?

Ia mengaku, solusi politik two states solution ini sebenarnya sudah disepakati oleh Israel dan Palestina termasuk Hamas pada 2017 silam, dan didukung oleh Barat, Timur Tengah, dan masyarakat Internasional.

Solusi politik ini hampir saja tercapai namun tidak pernah menemukan titik temu karena ditentang oleh kelompok keras yang ada di dalam kedua kubu, negara Israel dan Palestina. Lalu akhirnya situasi konflik terus berlanjut.

Menurut mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat itu, tantangan mewujudkan two states solution itu adalah, pertama, lebih dari 10 tahun terakhir tidak pernah ada lagi perundingan antara Israel dan Palestina.

Kedua, di Israel, pemerintah Koalisi yang dipimpin oleh PM Netanyahu yang didominasi partai sayap kanan yang menganut garis keras tidak lagi tertarik dengan two states solution.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore