
Dianggap Terlalu Membela Hamas, Perwakilan Israel Geram Dengan Isi Pidato Sekjen PBB./ Al Jazeera
JawaPos.com - Israel meradang usai mendengar pernyataan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres tentang Hamas, di rapat Dewan Keamanan PBB.
Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (25/10), Guterres mulanya menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi milisi Hamas Palestina untuk melakukan serangan mengerikan pada Sabtu (7/10) silam yang telah menewaskan setidaknya 1.400 orang Israel.
Namun ia kemudian bicara bahwa serangan balasan Israel di Jalur Gaza merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional meski dirinya tidak menyebut secara langsung Israel.
"Saya sangat prihatin dengan pelanggaran yang jelas terhadap hukum humaniter internasional yang kita saksikan bersama di Gaza. Biar saya perjelas, tidak ada pihak dalam konflik bersenjata yang berada di atas hukum internasional," kata Guterres.
Sekjen PBB itu kemudian mengatakan bahwa serangan Hamas di Israel tidak terjadi begitu saja.
Pasti ada sebab Palestina ingin menyerang Israel dan menurutnya hal ini terjadi karena sejarah panjang kedua negara yang berlangsung lebih dari 56 tahun pendudukan wilayah Palestina terhadap kekejaman Israel.
Ia lantas mendesak kedua belah pihak untuk segera melakukan gencatan senjata dan menyelesaikan konflik secara damai.
Mendengar pernyataan Sekjen PBB tersebut, Menlu Israel Eli Cohen marah besar sambil menuding Guterres dan bersuara tinggi, Cohen menyinggung sejarah warga Israel yang juga tewas di tangan Hamas.
Cohen juga menyangkal kekerasan dalam pendudukan Israel di Palestina yang disebut Guterres menjadi alasan dari serangan Hamas baru baru ini.
Menlu Israel tersebut kemudian memberikan penjelasan bahwa Palestina hingga milimeter terakhir wilayah mereka dengan penarikan pasukan Tel Aviv 2005 silam menjadi sejarah yang perlu diperhatikan.
Setuju dengan pernyataan Menlu Israel Eli Cohen, perwakilan Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan juga geram dengan isi pidato Guterres yang cenderung memojokkan negaranya.
Erdan dengan tegas menuntut Sekjen PBB itu untuk mundur dari jabatannya karena dianggap tidak netral.
Dilansir dari Live Mint News, Gilad Erdan sampai menuliskan di akun X nya, bahwa Sekjen PBB menunjukkan kampanye pembunuhan massal yang dilakukan oleh Hamas terhadap anak-anak, perempuan dan menurut Erdan ini tidak sesuai dengan jabatan yang dipimpin oleh Guterres.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
