
Ilustrasi: SItuasi kondisi Palestina pasca serangan pasukan Israel
JawaPos.com - Anak-anak Palestina merakit hidup di tengah puing-puing pertempuran dan letusan bom, dalam konflik yang selalu menghantui.
Pada hari yang sulit diterjemahkan, pada Senin (17/10) di halaman RS Al Ahli Baptis mereka nampak bersemangat menjalani aktivitas untuk mengusir trauma akibat perang.
Dengan dipandu pembimbing kegiatan, mereka membersihkan halaman, bernyanyi, dan bermain sambil belajar bersama dengan balutan keceriaan.
Namun sayangnya, 20 jam berikutnya semua terkoyak ketika Israel melakukan pengeboman, persis di RS Baptis Gaza, tempat di mana mereka merakit hidup, menjahit apa yang disebut kebahagiaan.
Sebuah bom dahsyat seketika merusak bangunan mimpi yang coba dibangun. 500 lebih korban jiwa terenggut dan mereka yang melanjutkan hidup dibayangi trauma mengerikan.
Dokter Ibrahim Al-Naqa yang bertugas di rumah sakit Baptis menceritakan, "Tanpa peringatan, rumah sakit ini menjadi sasaran. Kami tidak tahu apa sebutan dari peluru tersebut, namun kami melihat akibat yang ditimbulkan ketika peluru tersebut menargetkan anak-anak dan mencabik-cabik tubuh mereka."
Data dari Save The Children menyatakan, "Lebih dari 1.000 anak dilaporkan tewas dalam 11 hari serangan udara di Gaza atau satu anak tewas setiap 15 menit. Sepertiga dari total korban jiwa di Gaza adalah anak-anak."
Data lain menerangkan, jumlah kematian anak-anak telah mencapai 1.300 atau lebih dari 100 orang anak terenggut nyawanya setiap harinya.
Sejak Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant mengeluarkan statement "Pengepungan total terhadap Gaza" atau dalam kata lain, tidak ada listrik, air, bahan bakar, dan makanan bagi kehidupan di Gaza.
Sulit membayangkan kehidupan anak-anak Palestina di gaza dengan kondisi seperti itu. Jason Lee dari Save The Children mengatakan, "Persediaan air hampir habis dan waktu hampir habis untuk anak-anak di Gaza."
Kampanye pengeboman ini turut merenggut masa sekolah anak-anak di Gaza. Sebab sekolah berubah menjadi tempat pengungsian.
PBB kini menampung sekitar 400.000 pengungsi Gaza di sekolah-sekolah dan fasilitas lainnya.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
