Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2023 | 22.45 WIB

Mulai Mengancam Bumi, Sampah Ruang Angkasa Makin Penuh hingga Sebabkan Satelit Bisa Jatuh Kapan Saja

Sampah satelit yang jatuh ke Bumi. - Image

Sampah satelit yang jatuh ke Bumi.

JawaPos.com - Menurut sebuah laporan baru, FAA (Federal Aviation Administration) mengatakan bahwa pada tahun 2035, setiap dua tahun satu orang dapat terbunuh oleh satelit yang jatuh dari luar angkasa.

Menurut laporan dari FOX 35 Orlando, peluncuran semakin sering terjadi di Space Coast Florida, dan para ahli mengatakan bahwa peningkatan pelacakan satelit sangat penting sebelum seseorang terluka.

"Ada jutaan, bahkan milyaran atau triliunan objek seperti satelit yang belum terlacak," kata Dr. Madhur Tiwari, asisten profesor teknik kedirgantaraan di Florida Tech.

Berkat bantuan pendanaan, Tiwari dan timnya sedang mencari solusi kekacauan ruang angkasa dengan menggunakan kecerdasan buatan.

"Model 3D dari puing-puing ini akan dideteksi menggunakan kecerdasan buatan, dan itu akan terjadi di pesawat ruang angkasa yang didalamnya tidak ada manusia," tambahnya.

"Peningkatan secara drastis pada satelit non-geostasioner, terutama yang berada di orbit rendah bumi (LEO). Menimbulkan peningkatan risiko bagi orang-orang di Bumi, dan penerbangan udara karena puing-puing yang masuk kembali," ungkap FAA, seperti yang dikutip dari New York Post.

Pada tahun 2035, FAA memperkirakan ada sekitar 28.000 buah satelit akan mengalami kecelakaan. Itu berarti satu orang di Bumi, yang beresiko terluka atau terbunuh setiap dua tahun sekali.

"Masalah dengan ruang angkasa bukan hanya jumlahnya, tetapi seberapa cepat mereka bergerak," kata Tiwari.

Masalah lainnya adalah satelit yang terbengkalai di luar angkasa.

"Kami mendapatkan masalah kemacetan di atas sana, karena mereka sudah tua dan tidak bisa mengorbit lagi," kata Mark Marquette, astronom lokal dan komunitas dari Museum Antariksa Amerika di Titusville, Florida.

Ia melihat peningkatan jumlah satelit yang mengorbit dari teleskopnya, dan mengatakan bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk memantau apa yang ada diluar sana.

"Kita memiliki ratusan satelit yang mengorbit Bumi yang penuh dengan bahan bakar namun tidak terpakai. Ini bisa menjadi bahaya ketika mereka jatuh," kata Marquette.

FOX 35 News telah menghubungi SpaceX untuk mengomentari laporan baru ini, dan belum mendapatkan tanggapan.

Perusahaan ini telah berbicara tentang upaya meluncurkan 100 misi pada tahun ini, dan banyak di antaranya didedikasikan untuk satelit Starlink.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore