Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2023 | 00.42 WIB

Pakar Paparkan Alasan Banyak Negara Tidak Campuri Konflik Israel-Palestina

Konflik Israel-Palestina sukar diselesaikan - Image

Konflik Israel-Palestina sukar diselesaikan

JawaPos.com - Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Andalas, Sumatera Barat Virtuous Setyaka menilai dunia memiliki momentum untuk mendesak Israel agar tidak lagi menjajah Palestina, dikutip dari ANTARA.

"Dalam perang itu, Israel banyak melanggar hukum atau tidak mengindahkan hukum perang internasional, karena itu bisa menjadi momentum bagi negara di dunia untuk mendesak Israel agar tidak lagi menjajah Palestina," katanya di Padang, Senin (16/10).​

Secara politik internasional, dukungan negara tertentu kepada negara lain itu sah-sah saja, namun harus dipahami bahwa kekejaman dan penjajahan yang dilakukan Israel harus segera dihentikan oleh negara-negara di dunia terutama PBB.​

Baca Juga: SuperAdventure Superpreneur Jaring 25 Wirausahawan Muda Terbaik di Tanah Air sebagai Finalis

"Ada banyak alasan banyak negara di dunia cenderung tidak ikut campur dalam pusaran konflik Israel dan Palestina. Pertama, negara-negara di dunia memperhitungkan siapa Israel ini," kata pakar Hubungan Internasional itu.

Pertimbangan tersebut merujuk kepada kekuatan persenjataan serta teknologi mutakhir yang dimiliki Israel. Virtuous tidak menampik dukungan Amerika Serikat terhadap Zionis juga menjadi alasan bagi negara lain untuk tidak masuk ke konflik itu.

"Israel dikenal di-backup negara-negara besar khususnya Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang lain," ujar Virtuous yang juga dosen di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Andalas itu.

Baca Juga: Bocah Palestina-Amerika Dibunuh Secara Brutal oleh Pria Paruh Baya, Ditusuk 26 Kali, Joe Biden Kecam Keras

Bahkan, negara di luar Amerika Serikat dan Eropa juga menjalin kerja sama langsung dengan Israel. Sebagai imbalan, negara zionis tersebut menanamkan investasi dalam jumlah besar.

Sebagai contoh, sebelum pecahnya konflik Israel dan Palestina yang memakan banyak korban jiwa, Arab Saudi berencana melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Artinya, terdapat kepentingan nasional khususnya bagi negara yang selama ini sudah bekerja sama dengan Israel.

Baca Juga: Ganjar Serap Aspirasi Mahasiswa Se-Malang Raya, Terutama terkait Penegakan Hukum

Di satu sisi, Virtuous menilai adanya kerja sama antara beberapa negara di dunia dengan Israel, menjadi semacam sandungan atau menyandera sikap politik negara tersebut terhadap perlakuan Israel kepada rakyat Palestina.

"Secara tidak langsung (kerja sama) menyandera sikap dan tindakan mereka kepada Israel, tetapi hal tersebut sah-sah saja dilakukan, namun dunia harus menghentikan kekejaman dan penjajahan yang dilakukan Israel," katanya.
 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore