
Presiden Palestina
JawaPos.com - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas untuk pertama kalinya mengecam dan menyesalkan tindakan pimpinan Hamas yang secara mendadak menyerang ke Israel pada Sabtu (7/10).
Dengan adanya serangan secara besar dan tidak terduga tersebut menimbulkan peperangan kembali terjadi di Jalur Gaza dengan serangan balik yang juga dilakukan pihak Israel.
Dilansir dari Al Arabiya pada Senin (16/10), dalam percakapannya dengan Presiden Venezuela Nicolas Madura pada Minggu (15/10), Abbas menegaskan aksi pimpinan Hamas itu tidak sepenuhnya mewakili perasaan Palestina.
"Kebijakan dan tindakan yang dilakukan Hamas tidak mencerminkan rakyat Palestina, hanya kebijakan program dan keputusan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) lah yang mewakili rakyat Palestina sebagai perwakilan mereka yang sah dan satu-satunya," ujar Abbas dalam sambungan telepon dengan Presiden Venezuela.
Mahmoud Abbas pun menyerukan penghentian serangan yang dapat menewaskan korban sipil lebih banyak lagi.
Ia juga mendesak Hamas untuk membebaskan sekitar 150 tawanan yang disandera kelompok itu dari Israel.
Serangan dadakan Hamas ke Israel yang terjadi Sabtu (7/10) kemarin memicu gempuran balasan dari Israel.
Korban tewas akibat perang Hamas melawan Israel bertambah menjadi 4.138 orang per Minggu (15/10) malam.
Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza melaporkan gempuran Israel terhadap wilayah Palestina sudah menewaskan 2.670 orang dan melukai 9.600 orang di wilayah tersebut.
Sementara itu, militer Israel melaporkan korban tewas dari pihaknya juga bertambah menjadi total 1.400 orang per hari Minggu dengan 3.418 orang mengalami luka-luka.
Abbas mengatakan saat ini warga Palestina di Gaza terancam kehabisan pasokan medis, listrik, air dan bahan bakar akibat blokade yang dilakukan Israel di Gaza.
Selain menggempur Gaza, pihak Israel juga memerintahkan warga untuk angkat kaki dari wilayah itu menyusul rencana Tel Aviv melancarkan serangan operasi militer di wilayah Gaza.
Pengusiran terhadap rakyat Gaza, menurut Presiden Palestina, Mahmoud Abbas hanya akan menimbulkan bencana kedua bagi rakyat Palestina.
Dikutip dari Ynet News, Presiden Mahmoud Abbas sempat berkomunikasi dengan pihak Presiden Amerika Serikat, Joe Biden bahwa perdamaian dan keamanan di kawasan itu hanya akan tercapai melalui penerapan solusi dua negara berdasarkan resolusi legitimasi internasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Abbas menekankan perlunya menghentikan semua serangan dan menghormati hukum kemanusiaan internasional mengenai apa yang terjadi di jalur Gaza.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
