Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Oktober 2023 | 00.36 WIB

Kecam Keras Ultimatum yang Disapaikan Israel Pada Palestina, Negara Arab Buka Suara Beri Peringatan!

Warga Palestina mencari korban di bawah reruntuhan setelah serangan Israel, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 14 Oktober 2023. - Image

Warga Palestina mencari korban di bawah reruntuhan setelah serangan Israel, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 14 Oktober 2023.

JawaPos.com- Negara-negara Arab mengecam adanya seruan ultimatum yang diberikan Israel agar warga sipil Palestina segera meninggalkan Gaza.

Seruan ultimatum dari Israel tersebut, disampaikan menjelang serangan darat sebagai tindakan pengusiran terhadap Palestina.

Sementara itu, Mesir, satu-satunya negara Arab yang berbatasan langsung dengan Gaza, dan Yordania, yang berbatasan dengan Tepi Barat yang diduduki Israel, juga memperingatkan agar warga Palestina tidak diusir dari tanah mereka.

Hal ini mencerminkan kekhawatiran Arab bahwa perang terbaru Israel dengan Hamas di Gaza dapat memicu gelombang baru pengusiran permanen dari tanah di mana warga Palestina ingin membangun negara di masa depan.

Presiden Mesir juga menegaskan bahwa penting bagi rakyat palestina untuk tetap berada di tanah mereka.

"Penting bagi rakyat (Palestina) untuk tetap teguh dan hadir di tanah mereka," kata Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Kamis dilansir dari reuters.

Bagi warga Palestina, gagasan untuk meninggalkan atau diusir dari mereka bisa diartikan sebagai "Nakba", atau "malapetaka".

Sekitar 700.000 orang Palestina, merupakan setengah dari populasi Arab yang dulu dikuasai Inggris, dirampas dan mengungsi.

Banyak dari mereka yang menyebar ke negara-negara Arab yang berdekatan, di mana mereka atau banyak dari keturunan mereka masih tinggal di kamp-kamp pengungsi.

Sementara itu, Israel membantah pernyataan bahwa mereka mengusir warga Palestina, dengan mengatakan bahwa mereka diserang oleh lima negara Arab setelah pembentukannya.

Sejak Israel melancarkan pengeboman intens terhadap Gaza pada 7 Oktober lalu, ratusan ribu penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang telah meninggalkan rumah mereka, namun mereka masih bertahan di Gaza, sebuah wilayah kecil yang terjepit di antara Israel, Mesir, dan Laut Tengah.

Diketahui sebelumnya, militer Israel pada hari Jumat memperingatkan warga sipil Kota Gaza, yang berjumlah lebih dari 1 juta orang, untuk pindah ke selatan dalam waktu 24 jam.

Mereka mengatakan hal tersebut demi keselamatan warga sipil Gaza, sebuah pengumuman yang dianggap sebagai sinyal bahwa Israel akan segera melancarkan serangan darat.

Di sisi lain mayoritas warga sipil Gaza menolak untuk meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore