Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 01.08 WIB

Sekolah-Sekolah Yahudi di Seluruh London Ditutup hingga Hari Senin Demi Keselamatan Para Murid

Sekolah Yahudi di London ditutup sementara - Image

Sekolah Yahudi di London ditutup sementara

JawaPos.com - Empat sekolah Yahudi di London akan ditutup hari ini (13/10), di tengah kekhawatiran akan keselamatan para murid menyusul lonjakan serangan antisemitisme (kebencian terhadap Yahudi). 

Suella Braverman (Sekretaris Negara Urusan Dalam Negeri Britania Raya) memperingatkan, bahwa anti-semitisme yang dilakukan oleh Hamas bukanlah alasan untuk menyasar orang-orang Yahudi di Inggris.

Sekolah Dasar Torah Vodaas, Ateres Beis Yaakov dan Sekolah Menengah Menorah mengatakan kepada para orang tua tadi malam, bahwa mereka tidak akan dibuka kembali sampai hari Senin (16/10), sekolah keempat juga akan tetap tutup hari ini.

Community Security Trust (CST), sebuah badan amal yang mendukung masyarakat Yahudi Inggris, mengatakan bahwa kejahatan kebencian antisemit meningkat tiga kali lipat dalam empat hari setelah Dalam sebuah pidato video semalam.

Menteri Dalam Negeri Suella Braverman mengatakan bahwa Hamas 'setara dengan ISIS' dan menunjukkan 'antisemitisme abad pertengahan'.Hamas menyerang Israel.

"Terorisme Hamas bukan hanya serangan terhadap Israel, ini adalah serangan terhadap kita semua yang memiliki nilai-nilai yang layak. Nilai-nilai ini juga sangat mengejutkan, dengan banyak orang memberi dukungan terhadap tindakan Hamas di jalan-jalan Inggris dan di dunia maya," jelasnya.

"Sayangnya, setiap kali Israel diserang, kaum Islamis, rasis, dan elemen-elemen sayap kiri menjadikan tindakan pertahanan Israel yang sah, sebagai alasan untuk mengobarkan kebencian terhadap orang Yahudi," tambahnya

"Kepada siapa pun yang terlibat dalam tindakan teror, pelecehan terhadap orang-orang Yahudi, atau kekacauan publik saat protes. Saya memiliki pesan sederhana, kami akan melacak dan Anda akan berhadapan dengan hukum," pungkasnya.

Sky News melaporkan jika Rabbi Feldman, kepala sekolah dasar Torah Vodaas di Edgware, meyakinkan para orang tua murid bahwa tidak ada ancaman khusus terhadap sekolah tersebut. Namun sekolah tersebut akan tetap ditutup hingga hari Senin.

Sekolah-sekolah Yahudi lainnya di London telah mengambil tindakan pencegahan, termasuk mencabut persyaratan untuk mengenakan blazer sekolah saat masuk.

"Menteri Dalam Negeri dan Perdana Menteri juga menegaskan kembali pendapat mereka mengenai fakta, bahwa orang-orang yang menggunakan bendera atau mengenakan pakaian atau topeng tertentu yang mengindikasikan dukungan terhadap Hamas. Sebenarnya merupakan pelanggaran di bawah undang-undang teroris, karena mereka adalah organisasi teroris yang dilarang," katanya

Ketika didesak untuk mengklarifikasi masalah ini, ia menegaskan bahwa membawa bendera Palestina bukanlah sebuah pelanggaran.

"Meskipun posisi Pemerintah sangat mendukung Israel, serta adanya serangan-serangan mengerikan yang terjadi pada rakyat Israel. Ada orang-orang yang tentu saja berempati pada mereka, yang tinggal di Tepi Barat serta orang-orang yang mewakili wilayah Palestina di bagian Timur Tengah, dan tentu saja hal tersebut membawa agama ke dalam masalah ini."

"Kami harus sangat berhati-hati di Inggris, kami tidak ingin memperkeruh situasi."  jelas Ms Jones, yang juga merupakan pejabat polisi Konservatif dan komisaris kriminal untuk Hampshire dan Isle of Wight.

Ratusan pengunjuk rasa pro-Palestina berkumpul di luar kedutaan besar Israel di London barat pada Senin malam, yang menyebabkan beberapa bagian gedung dipasangi papan pembatas.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore