
Tentara Lebanon mengamati buldoser milik Israel yang sedang digunakan untuk membangun pagar pertahanan dekat perbatasan Lebanon-Israel pada 23 Januari 2023.
JawaPos.com - Kelompok Hizbullah Lebanon mengumumkan bahwa pihaknya telah menargetkan pangkalan militer Israel di dekat kawasan perbatasan Dhayra dengan rudal. Melalui pernyataan, kelompok tersebut memastikan komitmennya untuk memberikan tanggapan tegas atas agresi Israel terhadap Lebanon.
National News Agency (NAA) yang dikelola pemerintah Lebanon yang mengutip pernyataan itu melaporkan bahwa penargetan itu merupakan resposn tegas terhadap serangan Zionis yang terjadi pada Senin (9/10) lalu, yang mengakibatkan hilangnya sebagian anggota Hizbullah.
"Tentara Perlawanan Islam (mengacu pada Hizbullah) meluncurkan rudal yang secara tepat mengenai Jaradah dekat Dhayra. Serangan ini menyebabkan korban yang signifikan di antara pasukan Israel, baik tewas maupun cedera,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya pada Rabu (11/10), militer Israel membalas dengan tembakan artileri ke arah Lebanon selatan sesaat setelah dua roket ditembakkan dari wilayah Lebanon ke kota-kota Israel utara. "Saat ini kami mengadakan sebuah operasi di wilayah Lebanon sebagai tanggapan atas penembakan rudal anti tank ditujukan ke salah satu posisi kami," demikian pernyataan resmi militer Israel.
Tiga orang cedera akibat pemboman Israel pada Rabu (11/10) pagi di desa-desa dan kota-kota selatan Lebanon, yang menghancurkan properti juga lahan pertanian. Selain itu, Israel juga menargetkan tangki utama yang memasok air ke desa Yarine.
Pada Selasa (10/10), Hizbullah menyerang tank Mirkava Israel dengan rudal kendali yang menghancurkan tank tersebut, sebagai tanggapan Israel mengeluarkan pernyataan mengenai penyerangan tersebut, dan selanjutnya menembaki titik militer yang berafiliasi dengan Hizbullah. Pada saat yang sama, Hizbullah dilaporkan juga kehilangan tiga orang anggotanya.
Peningkatan ketegangan di front utara Israel memicu kekhawatiran internasional mengenai meluasnya permusuhan di front Lebanon-Israel sehingga Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meminta kedua pihak untuk saling menahan diri di tengah ancaman bentrokan yang dapat berubah menjadi perang.
Akibat peningkatan ketegangan dramatis di Timur Tengah, pasukan Israel meluncurkan serangan militer berkelanjutan dan kuat di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan militer oleh kelompok Hamas Palestina yang menyerang wilayah mereka.
Konflik terjadi ketika Hamas memulai Operasi Badai Al Aqsa dengan serangan kejutan melalui serentetan tembakan roket, dan penyusupan ke wilayah Israel sebagai tanggapan atas penyerbuan ke Masjid Al Aqsa dan kekerasan terhadap warga Palestina.
Israel membalas dengan Operasi Pedang Besi dengan menargetkan Jalur Gaza, yang meluas dengan memotong pasokan air dan listrik ke Gaza, memperburuk kehidupan di wilayah itu yang telah berada dalam kondisi sangat buruk di bawah pengepungan sejak 2007.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022