
James Stromfield by Daily Mail UK
JawaPos.com - Seorang guru matematika yang memaksa seorang siswi (15), untuk memainkan permainan seksual yang menantang sebelum membujuk ke tempat tidur.
James Stromfield (39), yang mengajar di sebuah sekolah menengah di Sussex, Inggris merancang sebuah permainan seks untuk dimainkan oleh muridnya yang berusia 15 tahun di rumahnya saat sang istri sedang keluar.
Stromfield menuliskan 12 tantangan seksual, seperti melepaskan pakaian atau bercumbu, pada selembar kertas.
Guru tersebut kemudian mengeluarkan sepasang dadu dan menyuruh siswi tersebut untuk melempar dadu tersebut, dan angka yang keluar pada dadu tersebut akan sesuai dengan kegiatan seksual tertera di kertas.
Permainan tersebut akan berakhir, ketika Stromfield membawanya ke tempat tidur dimana dia menyerang siswi tersebut secara seksual, seperti yang dikutip dari Daily Mail UK.
Pekan lalu, Stromfield dipenjara selama 12 tahun setelah dia mengaku bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan, dua tuduhan percobaan pemerkosaan, satu tuduhan melakukan aktivitas seksual dengan seorang anak, dan satu tuduhan menghasut untuk melakukan aktivitas seksual dengan seorang anak.
Korban yang menangis mengatakan bahwa dia muak dan jijik dengan tindakan guru tersebut dan merasa benar-benar hancur.
Saat di pengadilan, anak tersebut terisak saat menceritakan pernyataan bagaimana kehidupannya yang telah hancur dan ia sering mengalami kilas balik dan mimpi buruk atas penderitaan yang dialaminya.
"Tindakan James Stromfield telah memengaruhi saya dan kehidupan sehari-hari, dengan cara yang tidak diharapkan pada siapa pun. Merasa seperti ada bagian dari diri saya yang mati pada 27 Februari 2023," kata siswi tersebut.
"Menyimpan rahasia besar untuk diri sendiri, dan hal itu justru menghancurkan hidup saya dari hari ke hari.Saya bukanlah orang yang semestinya mengerti. Saya masih kecil dan masih kecil. Mr Stromfield sekarang berusia 39 tahun."
"Dia telah mengambil banyak pengalaman penting, yang seharusnya bisa dirasakan oleh para gadis remaja. Saya akan mencakar kulit karena kulit ku tidak lagi terasa seperti milikku seutuhnya, setelah disentuh olehnya."
Pengadilan Hove Crown mendengar, bahwa gadis itu pernah menjadi murid di sebuah sekolah menengah dimana Stromfield mengajar matematika.
Ketika remaja tersebut mulai mengalami masalah di rumah, ia sering berbicara dengan gurunya dan mulai mempercayainya.
Kepala sekolah yang mengetahui hal tersebut terpaksa turun tangan dan secara resmi memperingatkan Stromfield, untuk tidak melakukan kontak lebih lanjut dengan murid tersebut.
Namun Stromfield mengunduh sebuah aplikasi Proton, yang secara otomatis menghapus pesan dan terus menghubungi gadis itu menggunakan aplikasi tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
