Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Oktober 2023 | 00.17 WIB

Ganasnya Wabah Demam Berdarah di Bangladesh, Tewaskan Lebih dari 1000 Orang

ILUSTRASI: Nyamuk. - Image

ILUSTRASI: Nyamuk.

JawaPos.com - Bangladesh cetak rekor kematian akibat demam berdarah paling tinggi sejak awal tahun ini.

Lebih dari 1000 orang meninggal dunia di Bangladesh akibat demam berdarah. Wabah penyakit yang ditularkan dari nyamuk tersebut, menjadi penyakit endemik di daerah tropis.

Penderita demam berdarah, akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, nyeri otot dan dalam kasus yang paling serius, pendarahan yang dapat menyebabkan kematian.

Dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (3/10), Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah memperingatkan bahwa demam berdarah dan penyakit lain yang disebabkan oleh virus yang ditularkan dari nyamuk seperti chikungunya, demam kuning dan Zika menyebar lebih cepat akibat perubahan iklim yang tidak menentu.

Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh menyebutkan data yang diterbitkan pada Minggu (1/10) malam menunjukkan 1.006 orang telah meninggal akibat demam berdarah.

Sedangkan kasusnya yang dikonfirmasi tahun ini mencapai lebih dari 200.000.

Mantan Direktur badan tersebut, Be Nazir Ahmed mengatakan kepada Reuters, jumlah kematian akibat demam berdarah di Bangladesh sepanjang tahun ini lebih tinggi. Dibandingkan gabungan tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2000.

"Ini adalah peristiwa kesehatan yang sangat besar, baik di Bangladesh maupun di dunia," katanya kepada Reuters, Senin (2/10).

Angka baru ini jauh melampaui angka tertinggi sebelumnya pada tahun 2022, ketika 281 kematian tercatat dalam setahun penuh. Di antara korban meninggal akibat demam berdarah terdapat 112 anak berusia 15 tahun ke bawah, termasuk bayi.

Para ilmuwan mengaitkan wabah penyakit ini dengan curah hujan yang tidak teratur dan suhu yang lebih panas selama musim hujan tahunan yang menciptakan kondisi perkembangbiakan nyamuk yang ideal.

Sebagian besar kasus demam berdarah terjadi pada musim hujan, di bulan Juli hingga September, bulan-bulan yang membawa sebagian besar curah hujan tahunan di negara tersebut.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore