Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 04.14 WIB

Lebih dari 100 Lumba-Lumba Mati di Amazon Akibat Suhu yang Meningkat

Bangkai lumba-lumba yang mati di sungai Amazon. - Image

Bangkai lumba-lumba yang mati di sungai Amazon.

JawaPos.com – Kematian mendadak ratusan lumba-lumba di Amazon baru-baru jadi sorotan media global. 

Beberapa hari terakhir, lebih dari seratus lumba-lumba di Amazon tewas diduga akibat peningkatan suhu yang melampaui ambang batas toleransi mamalia tersebut.

Bangkai hewan tersebut mengapung di sungai hutan hujan Amazon, Brazil bersama dengan ribuan ikan yang juga mati.

The Mamiraua Institute for Sustainable Development menyampaikan, lumba-lumba tersebut ditemukan mati selama tujuh hari terakhir.

Para peneliti meyakini, kematian massal hewan tersebut terkait dengan kekeringan yang berlangsung di Amazon dan cuaca tinggi di wilayah tersebut.

Danau Tefe saat ini memiliki suhu yang cukup tinggi setelah mengalami kekeringan yang berkepanjangan.

Dilansir dari The Guardian, Senin (2/10), Ayan Fleischmann, peneliti di Mamiraua Institute mengatakan beberapa kemungkinan penyebab kemaatian ratusan lumba-lumba tersebut masih diselidiki termasuk penyakit dan kontaminasi limbah.

Ayan juga mengatakan kedalaman air dan suhu yang merupakan komponen utama dari kematian mamalia itu, pada jam enam sore waktu setempat suhu di Danau Tefe mencapai lebih dari 39 derajat. 

 Suhu tersebut dianggap sangat ekstrim karena suhu 37 derajat sudah dianggap sebagai pemandian air panas bagi manusia. Brazil saat ini mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir akibat dari gangguan iklim yang disebabkan oleh manusia dan El Nino.

Pada waktu yang hampir sama sebagian besar wilayah selatan negara tersebut telah mengalami banjir akibat hujan badai yang sangat deras, sedangkan wilayah timur mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang dahsyat.

Ketinggian air di sungai terbesar di dunia itu telah turun mencapai 30 centimeter setiap harinya selama dua minggu terakhir.

Tahun ini wilayah tersebut telah mengering sebanyak 7,4 meter, kedalaman rata-rata saat ini di Manaus lebih rendah 4,4 meter dari puncak musim hujan.

Kejadian ini dianggap sebagai kejadian yang tidak masuk akal oleh para ahli biologi setempat. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore