Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 22.49 WIB

Aliansi Apple-Amazon Tantang Starlink: Perebutan Dominasi Internet Satelit Langsung ke Ponsel Kian Memanas

Proyek Amazon Leo yang dirancang untuk memperkuat layanan konektivitas global (The Verge) - Image

Proyek Amazon Leo yang dirancang untuk memperkuat layanan konektivitas global (The Verge)

JawaPos.com - Persaingan global dalam pengembangan internet satelit langsung ke ponsel kian memanas seiring langkah Apple Inc. dan Amazon yang memperkuat kolaborasi strategis mereka. Kerja sama ini diarahkan untuk menantang dominasi SpaceX melalui jaringan Starlink yang dikembangkan Elon Musk, sekaligus menandai pergeseran menuju layanan komunikasi yang tidak lagi bergantung pada infrastruktur seluler konvensional.

Kesepakatan ini bukan sekadar kolaborasi bisnis, melainkan bagian dari perebutan posisi dalam penguasaan konektivitas berbasis satelit. Melalui proyek konstelasi orbit rendahnya, Amazon kini mulai menempatkan diri sebagai pesaing langsung dalam layanan komunikasi berbasis satelit yang terhubung langsung ke perangkat pengguna.

Dilansir dari The Verge, Rabu (15/4/2026), Amazon menyepakati akuisisi jaringan satelit orbit rendah milik Globalstar senilai 11,57 miliar dolar AS atau sekitar Rp 198,2 triliun (kurs Rp 17.130 per dolar AS). Akuisisi ini mencakup lisensi spektrum, operasional, serta aset perusahaan untuk diintegrasikan dengan jaringan satelit Leo milik Amazon yang sedang dikembangkan.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Amazon mengambil alih kerja sama Globalstar dengan Apple Inc., di mana Apple sebelumnya memiliki sekitar 20 persen saham dan memanfaatkan infrastrukturnya untuk menghadirkan layanan komunikasi darurat berbasis satelit pada perangkatnya.

Dalam pernyataan resminya, Amazon menegaskan akan bekerja sama dengan operator jaringan seluler "untuk mewujudkan visi tersebut dan memperluas konektivitas yang andal dan berkecepatan tinggi kepada pelanggan, di mana pun mereka berada di dunia," menandai pendekatan hibrida antara jaringan satelit dan operator.

Lebih lanjut, Amazon dan Apple juga menandatangani perjanjian baru untuk menghadirkan konektivitas satelit pada fitur iPhone dan Apple Watch saat ini maupun di masa depan. Globalstar saat ini mendukung layanan tersebut pada iPhone 14 ke atas serta Apple Watch Ultra 3, termasuk untuk "mengirim pesan ke layanan darurat, menghubungi keluarga dan teman, meminta bantuan di jalan, serta membagikan lokasi pengguna."

Dengan kesepakatan baru ini, Amazon akan "terus mendukung model iPhone dan Apple Watch yang saat ini menggunakan jaringan Globalstar, termasuk konstelasi satelit orbit rendah yang ada dan yang akan datang, serta berkolaborasi dengan Apple dalam layanan satelit masa depan menggunakan jaringan Amazon Leo yang diperluas."

Di sisi lain, perbandingan kapasitas menunjukkan kesenjangan signifikan. Hingga akhir 2025, SpaceX telah mengoperasikan lebih dari 650 satelit yang dilengkapi kemampuan seluler dari total sekitar 10.000 satelit Starlink. Sementara itu, Globalstar hanya memiliki sekitar 25 satelit aktif di orbit rendah.

Namun, Amazon tidak tinggal diam. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut menyatakan tengah mempercepat peluncuran satelitnya dan menargetkan lebih dari 3.200 satelit dalam jaringan Leo. Saat ini, lebih dari 200 satelit telah mengorbit sebagai fondasi awal ekspansi tersebut.

Perbedaan pendekatan juga menjadi faktor pembeda utama. Starlink mengandalkan kemitraan dengan operator seperti T-Mobile untuk menghadirkan layanan Direct-to-Cell, sementara Apple–Amazon mengembangkan konektivitas langsung ke perangkat tanpa ketergantungan penuh pada operator.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore