Igor Pedan dari Amazon Robotics memperkenalkan robot gudang “Blue Jay” di Milpitas, California, tahun lalu.
JawaPos.com — Langkah ambisius Amazon dalam otomatisasi gudang kembali mengalami koreksi. Perusahaan tersebut menghentikan pengembangan robot “Blue Jay” hanya beberapa bulan setelah peluncurannya, menandai penyesuaian strategi dalam membangun sistem logistik yang lebih efisien dan mudah diperluas untuk layanan pengiriman di hari yang sama.
Robot “Blue Jay” diluncurkan pada Oktober 2025 sebagai sistem berlengan ganda yang dirancang mampu mengambil dan memindahkan beberapa barang sekaligus. Teknologi tersebut diproyeksikan menjadi fondasi otomatisasi untuk pusat distribusi pengiriman cepat, dengan klaim meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi karyawan lini depan.
Namun dalam praktiknya, pengembangan robot berbasis kecerdasan buatan di lingkungan fisik terbukti jauh lebih kompleks. Di tengah tekanan untuk menekan biaya dan mempercepat distribusi di jaringan gudang globalnya, keputusan penghentian proyek ini mencerminkan tantangan nyata dalam menerjemahkan ambisi teknologi menjadi sistem yang benar-benar efektif di lapangan.
Dilansir dari Business Insider, Senin (23/2/2026), proyek itu secara diam-diam dihentikan pada Januari 2026. Sejumlah karyawan yang sebelumnya mengerjakan “Blue Jay” dilaporkan telah dipindahkan ke inisiatif robotika lain di dalam perusahaan. Menanggapi hal tersebut, juru bicara Amazon, Terrence Clark, menyatakan kepada Business Insider, “Teknologi inti Blue Jay akan dibawa ke berbagai inisiatif lain di seluruh jaringan gudang kami.”
Selain itu, Clark menegaskan, “Kami selalu bereksperimen dengan cara-cara baru untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan membuat pekerjaan lebih aman, lebih efisien, dan lebih menarik bagi karyawan kami.” Pernyataan ini menegaskan bahwa penghentian proyek bukan berarti pembatalan total atas investasi teknologinya.
Secara internal, sumber yang mengetahui proyek tersebut menyebutkan bahwa “Blue Jay” menghadapi hambatan berupa biaya tinggi, kompleksitas produksi, serta tantangan integrasi dalam sistem gudang yang sudah ada. Robot ini sebelumnya dirancang untuk beroperasi dalam kerangka sistem gudang lama yang dikenal secara internal sebagai Local Vending Machine (LVM), yakni model fasilitas terintegrasi dalam satu struktur besar.
Kini, Amazon mengalihkan fokusnya ke sistem baru bernama “Orbital”. Berbeda dengan LVM yang bersifat monolitik, “Orbital” dirancang modular—terdiri atas berbagai komponen yang dapat dirakit dalam konfigurasi berbeda sesuai kebutuhan lokasi. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dan lebih mudah diterapkan pada gudang berukuran lebih kecil.
Sistem “Orbital” juga disebut berpotensi dipasang sebagai solusi pemenuhan pesanan skala mikro di bagian belakang toko Whole Foods, jaringan ritel bahan pangan yang berada di bawah Amazon. Sistem ini juga mampu menangani produk dingin seperti bahan makanan segar. Langkah ini sejalan dengan upaya Amazon memperkuat pengiriman kebutuhan harian serta mengejar ketertinggalan dari Walmart di sektor bahan pangan.
Meski demikian, sistem “Orbital” belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Gudang pertama berbasis sistem tersebut untuk layanan pengiriman di hari yang sama diperkirakan baru dibuka pada 2027. Peralihan ini menunjukkan strategi jangka menengah dalam pembenahan logistik Amazon.
Dengan demikian, penghentian “Blue Jay” bukan sekadar pembatalan proyek, melainkan reposisi arah. Amazon memilih mengonsolidasikan teknologi yang telah dikembangkan dan mengarahkannya ke sistem yang dinilai lebih adaptif. Dalam dinamika global otomatisasi gudang, fleksibilitas kini tampak menjadi kata kunci utama.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
