
Asap membubung di Abu Dhabi pada 1 Maret 2026 setelah serangan drone Iran di sekitar kota, termasuk pusat data (The Conversation)
JawaPos.com - Serangan terhadap pusat data milik Amazon Web Services (AWS) di kawasan Teluk Arab menandai babak baru dalam konflik global, di mana infrastruktur digital yang selama ini menopang bisnis raksasa teknologi kini menjadi target militer. Bagi Amerika Serikat (AS), ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan ancaman langsung terhadap fondasi dominasi AI global.
Serangan terjadi sebelum fajar pada 1 Maret 2026 ketika drone Iran menghantam dua fasilitas AWS di Uni Emirat Arab dan merusak satu pusat data di Bahrain. Dampaknya tidak kecil: gangguan meluas ke layanan cloud, perbankan, hingga aplikasi digital di kawasan tersebut.
Dilansir dari The Conversation, Kamis (2/4/2026), peristiwa ini menjadi preseden penting. "Ini adalah pertama kalinya sebuah negara secara sengaja menargetkan pusat data komersial dalam masa perang." Sebelumnya, pusat data hanya menjadi sasaran spionase atau serangan siber. Namun kini, "serangan bersifat fisik. Drone merusak bangunan."
Baca Juga:Trump Berubah Lagi! Sempat Bicara Damai, Kini Ancam Hancurkan Iran ke 'Zaman Batu' dalam 2 Minggu
Perubahan ini tidak lepas dari peran AI dalam operasi militer. Amerika Serikat semakin bergantung pada sistem berbasis AI untuk analisis intelijen dan dukungan operasional. "Mengingat betapa pentingnya pusat data, pasukan Iran kemungkinan menargetkan infrastruktur yang diyakini mendukung serangan terhadap Iran," tulis analisis tersebut.
Namun, keterkaitan langsung antara pusat data yang diserang dan operasi militer AS belum terbukti. Sebaliknya, serangan ini juga bisa dibaca sebagai tekanan geopolitik terhadap UEA yang memiliki hubungan erat dengan Washington, sekaligus sinyal bahwa infrastruktur digital sekutu AS kini masuk dalam spektrum target.
Penulis riset menegaskan, "Saya tidak berpikir serangan ini menandakan perubahan signifikan dalam cara perang dijalankan." Meski begitu, ia mengingatkan, "serangan ini memaksa negara-negara menyadari bahwa pusat data kini menjadi target perang, meskipun tidak langsung mendukung operasi militer."
Secara teknis, pusat data adalah jantung dari "cloud" yang menopang AI. Ketika sistem seperti Claude digunakan militer AS, komputasi tidak terjadi di medan perang, melainkan di server jarak jauh milik AWS. Artinya, kekuatan militer modern kini bergantung pada infrastruktur sipil yang tersebar secara global.
Implikasinya langsung terasa. Ketika fasilitas AWS terganggu, layanan penting ikut terdampak. Laporan menunjukkan gangguan pada sistem keuangan regional, memperlihatkan bahwa serangan terhadap pusat data tidak hanya berdampak militer, tetapi juga ekonomi dan sosial.
Di sisi lain, Iran secara terang-terangan memperluas cakupan target serangan teknologi. Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan akan menargetkan fasilitas teknologi besar yang beroperasi di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari respons terhadap apa yang mereka sebut operasi teror yang didukung Amerika Serikat dan sekutunya.
Dalam pernyataan yang disebarkan melalui media milik IRGC, mereka menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut kini dipandang sebagai "target sah dalam operasi militer." Pernyataan itu menyebut nama perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Apple, Google, Meta, Nvidia, dan Cisco dan meminta karyawan mereka untuk meninggalkan kantor dan fasilitasnya demi keselamatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
