
Jajanan Tanghulu yang sedang populer di Korea Selatan. (Sumber foto: Naver Korea)
JawaPos.com – CEO dari Dalkom Wangga Tahulu, Kim Sohyang mendapat panggilan dari Majelis Nasional Korea sebagai saksi karena tren makanan manis yang diproduksinya mendorong konsumsi gula berlebih bagi remaja di Korea Selatan.
Untuk diketahui, makanan manis yang belakangan sedang menjadi tren di Korea Selatan adalah ‘Tanghulu’. Merujuk pada manisan gula yang berupa buah-buahan segar diselimuti oleh kristal dan sirup gula.
Mendapat banyak peminat, makanan ini pun mulai bervariasi dengan berbagai tampilan. Misalnya ‘garatteok tanghulu’atau rice cake yang dilumuri gula, dan ‘macaron tanghulu’ yang berupa cookies macaron dengan isi tanghulu.
Tren jajanan tanghulu sangat digemari bagi remaja berusia 20-an. Mereka akan mampir membeli tanghulu sebagai pencuci mulut setelah makan makanan asin atau pedas seperti malatang sesaat sebelumnya.
Hal tersebut bahkan memiliki julukan tersendiri yaitu ‘Malatanghulu’ dimana orang-orang akan makan malatang, lalu dilanjut dengan nyemil tanghulu.
Satu tanghulu diperkirakan mengandung 25 gram gula, dimana takaran ini sudah mencapai setengah dari rekomendasi gula harian yang dianjurkan oleh Kementerian Pangan Korea Selatan yakni 50 gram.
Komite Kesehatan dan Kesejahteraan Majelis Nasional mengonfirmasi akan memanggil 33 saksi yang 15 diantaranya sudah mengonfirmasi untuk datang. Salah satunya adalah Kim So Hyang.
Sebagai CEO dari Dalkomnara Alice, dengan produk ‘Wangga Tanghulu’ yang populer dikalangan remaja Korea Selatan, Kim So Hyang akan ditanyai tentang pengetahuannya mengenai masalah konsumsi gula berlebih bagi remaja.
Menurut Informasi Statistik Industri Pangan yang dirilis oleh Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation, beberapa waktu terakhir topik ‘Tanghulu’ menempati peringkat pertama dan kedua dari sepuluh istilah pencarian paling populer di mesin pencarian Korea Selatan.
Beberapa ahli pangan Korea Selatan salah satunya adalah Heo Yang Im, menyarankan agar sebisa mungkin menghindari konsumsi tanghulu.
“Dilihat dari bahan-bahan Tanghulu, buahnya dilapisi dengan sirup pati atau gula. Itu adalah masalah. Karena konsumsi gula (dari sirupnya) serta fruktosa yang merupakan gula alami pada buah, terlalu tinggi” terangnya.
Heo Yang Im juga menjelaskan pentingnya mengurangi asupan gula selama masa pertumbuhan.
“Jika banyak mengonsumsi gula, insulin berlebih akan dikeluarkan untuk menurunkan kadar gula darah, hal ini kalau terus-menerus terjadi, insulin akan mengalami resistensi (keadaan dimana insulin tidak bekerja)”
Selain itu, konsumsi gula berlebih akan meningkatkan kemungkinan penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes dan obesitas.
***

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
