Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 17.30 WIB

CEO Jajanan Manis ‘Tanghulu’ di Korea Dipanggil DPR Sebabkan Konsumsi Gula Berlebih pada Remaja

Jajanan Tanghulu yang sedang populer di Korea Selatan. (Sumber foto: Naver Korea) - Image

Jajanan Tanghulu yang sedang populer di Korea Selatan. (Sumber foto: Naver Korea)

JawaPos.com – CEO dari Dalkom Wangga Tahulu, Kim Sohyang mendapat panggilan dari Majelis Nasional Korea sebagai saksi karena tren makanan manis yang diproduksinya mendorong konsumsi gula berlebih bagi remaja di Korea Selatan.  

Untuk diketahui, makanan manis yang belakangan sedang menjadi tren di Korea Selatan adalah ‘Tanghulu’. Merujuk pada manisan gula yang berupa buah-buahan segar diselimuti oleh kristal dan sirup gula.

Mendapat banyak peminat, makanan ini pun mulai bervariasi dengan berbagai tampilan. Misalnya ‘garatteok tanghulu’atau rice cake yang dilumuri gula, dan ‘macaron tanghulu’ yang berupa cookies macaron dengan isi tanghulu.

Tren jajanan tanghulu sangat digemari bagi remaja berusia 20-an. Mereka akan mampir membeli tanghulu sebagai pencuci mulut setelah makan makanan asin atau pedas seperti malatang sesaat sebelumnya.

Hal tersebut bahkan memiliki julukan tersendiri yaitu ‘Malatanghulu’ dimana orang-orang akan makan malatang, lalu dilanjut dengan nyemil tanghulu.

Satu tanghulu diperkirakan mengandung 25 gram gula, dimana takaran ini sudah mencapai setengah dari rekomendasi gula harian yang dianjurkan oleh Kementerian Pangan Korea Selatan yakni 50 gram.

Komite Kesehatan dan Kesejahteraan Majelis Nasional mengonfirmasi akan memanggil 33 saksi yang 15 diantaranya sudah mengonfirmasi untuk datang. Salah satunya adalah Kim So Hyang.

Sebagai CEO dari Dalkomnara Alice, dengan produk ‘Wangga Tanghulu’ yang populer dikalangan remaja Korea Selatan, Kim So Hyang akan ditanyai tentang pengetahuannya mengenai masalah konsumsi gula berlebih bagi remaja.

Menurut Informasi Statistik Industri Pangan yang dirilis oleh Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation, beberapa waktu terakhir topik ‘Tanghulu’ menempati peringkat pertama dan kedua dari sepuluh istilah pencarian paling populer di mesin pencarian Korea Selatan.

Beberapa ahli pangan Korea Selatan salah satunya adalah Heo Yang Im, menyarankan agar sebisa mungkin menghindari konsumsi tanghulu.

“Dilihat dari bahan-bahan Tanghulu, buahnya dilapisi dengan sirup pati atau gula. Itu adalah masalah. Karena konsumsi gula (dari sirupnya) serta fruktosa yang merupakan gula alami pada buah, terlalu tinggi” terangnya.

Heo Yang Im juga menjelaskan pentingnya mengurangi asupan gula selama masa pertumbuhan.

“Jika banyak mengonsumsi gula, insulin berlebih akan dikeluarkan untuk menurunkan kadar gula darah, hal ini kalau terus-menerus terjadi, insulin akan mengalami resistensi (keadaan dimana insulin tidak bekerja)”

Selain itu, konsumsi gula berlebih akan meningkatkan kemungkinan penyakit berbahaya lainnya seperti diabetes dan obesitas.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore