Pemimpin kelompok separatis Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda kembali menjadi sorotan setelah berpidato di KTT Melanesian.
JawaPos.com - Pemimpin kelompok separatis Persatuan Pembebasan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda kembali menjadi sorotan setelah berpidato di KTT Melanesian Spearhead Group (MSG) di Prot Vila, Vanuatu pada pekan lalu.
Pidato Benny Wenda itu memicu reaksi dari delegasi Indonesia yang ikut hadir dalam KTT tersebut. Delegasi RI yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury memutuskan walk out atau keluar ruang sidang saat tokoh separatis itu hendak memulai pidatonya.
"RI menegaskan ULMWP telah menyalahgunakan forum MSG untuk menjustifikasi tindak kekerasan yang dilakukan kelompok yang terafiliasi dengan organisasi itu yang telah melakukan berbagai tindak kejahatan seperti penyanderaan pembakaran sekolah, hingga pembunuhan terhadap orang asli Papua," dikutip dari ABC News pada Senin (28/8).
Menurut RI, aksi walk out dibutuhkan untuk menggambarkan penolakan keras terhadap masalah ini. Aksi keluar ruang sidang seperti ini memang lumrah terjadi dalam suatu pertemuan untuk menunjukkan sikap penentangan.
"Delegasi RI telah mengambil langkah-langkah yang lazim dalam dunia diplomasi untuk mengekspresikan penolakan tersebut, termasuk meninggalkan ruangan ketika ULMWP menyampaikan narasi bohong tentang situasi di Papua," tulis pernyataan dari Kemenlu RI.
Benny Wenda memang dikenal memiliki hubungan yang dekat dengan negara Melanesia. Beberapa negara di kawasan Pasifik itu seperti Vanuatu bahkan terang-terangan mendukung kampanye Benny memerdekakan Papua.
Melanesian Group (MSG) memiliki anggota yakni empat negara terdiri dari Papua Nugini, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu serta satu organisasi yakni Front De Liberational De Nationale Kanak Et Solcialiste (FLNKS) dari New Caledonia.
Sementara itu, Indonesia merupakan associated member atau anggota terkait dalam forum tersebut sejak 2015. Indonesia bergabung lantaran memiliki jutaan orang Melanesia.
Benny Wenda diketahui memang telah lama mengincar keanggotaan penuh dalam MSG. Sebab, pengakuan sebagai anggota penuh dalam MSG dianggap menjadi perluasan pengakuan dan kemenangan diplomatis terkait gerakan Papua Merdeka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
