
Di Fakfak, Papua Barat, berdiri bangunan bersejarah bernama Masjid Tua Patimburak. (atourin)
JawaPos.com - Di Fakfak, Papua Barat, berdiri bangunan bersejarah bernama Masjid Tua Patimburak. Masjid tersebut sudah ada sejak 1870-an. Menjadi masjid tertua di Tanah Papua. Sejarah panjang itu pula yang mengantarkan masjid tersebut menjadi simbol toleransi antar umat beragama.
Terletak di Kampung Patimburak, Distrik Kokas, Masjid Tua Patimburak didirikan oleh Abuhari Kilian. Tidak hanya memiliki sejarah panjang sebagai salah satu masjid pertama di Tanah Papua, masjid tersebut juga menyimpan jejak syiar Islam yang terasa sampai hari ini.
Tidak sendirian, Abuhari Kilian membangun masjid tersebut bersama-sama umat Muslim, Kristen, dan Katolik di Fakfak. Maka tidak heran bila akhirnya masjid tersebut menjadi simbol toleransi. Apalagi, masjid tersebut dibangun dengan semangat satu tungku tiga batu. Yakni semangat toleransi beragama di Papua.
Merujuk dari berbagai sumber, Masjid Tua Patimburak memiliki arsitektur unik. Kubahnya berbentuk limas segi delapan serupa gereja. Bentuknya persegi enam dengan sentuhan gaya khas Eropa. Pada salah satu sudut masjid tersebut, masih tampak bekas ledakan bom yang dijatuhkan tentara Jepang ketika melakukan agresi di Indonesia.
Meski sudah berusia tua dan berada di lingkungan perkampungan, Masjid Tua Patimburak masih tetap aktif sebagai sarana ibadah umat muslim di Fakfak. Sejarah panjang syiar Islam yang dipancarkan dari masjid tersebut terus menyala hingga kini. Sebagai salah satu bangunan bersejarah, masjid itu terus dijaga kelestariannya. Oleh masyarakat maupun pemerintah setempat.
Masjid Tua Patimburak menjadi contoh bagaimana perbedaan menyatukan. Toleransi tumbuh dengan baik di antara masyarakat yang berbeda-beda kepercayaan. Dari masa ke masa, keberadaan masjid tersebut menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di antara umat beragama di wilayah Fakfak dan Papua Barat terus terjaga.
Namun demikian, karena letaknya berada di Kampung Patimburak, butuh waktu cukup lama untuk menjangkau masjid tersebut dari Fakfak. Yakni melalui perjalanan darat selama lebih kurang dua jam. Kemudian disambung dengan perjalanan air menggunakan longboat dari Distrik Kokas. Sepanjang perjalanan menuju Masjid Tua Patimburak, anda bisa menyaksikan bentang alam indah seperti kebanyakan destinasi lain di wilayah timur Indonesia.
Tagging: Masjid, Tua, Patumburak, Fakfak, Papua Barat

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
