
Ilustrasi konflik Rusia dan Ukraina. Ukraina mengundurkan diri dari Kejuaraan Judo Dunia di Qatar karena kehadiran atlet Rusia yang menurut mereka merupakan tentara aktif.
JawaPos.com - Tepat 16 bulan invasi Rusia ke Ukraina, sejumlah rencana perdamaian dan mediasi berbagai pihak semakin meningkat. Tetapi, tampaknya sejauh ini tidak ada kemajuan yang terlihat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pejabat senior Ukraina telah berulang kali mengatakan bahwa sementara Ukraina terbuka untuk masukan dari pihak lain, namun masih belum membutuhkan mediator untuk pembicaraan damai. Ini karena Ukraina telah mengesampingkan kompromi apapun di wilayah kedaulatannya.
Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin juga tidak menunjukkan tanda-tanda siap melepaskan ambisinya untuk mengendalikan Ukraina.
"Kelemahan dalam proposal perdamaian ini adalah bahwa Ukraina harus menyerahkan sebagian wilayahnya ke Rusia, baik di Krimea atau bagian timurnya, sebagai syarat untuk memulai negosiasi perdamaian," kata Peter Bayer selaku anggota Parlemen Jerman.
Selain Jerman, banyak negara lain yang mencoba menengahi perseteruan kedua belah pihak. Di antaranya termasuk Tiongkok, Brasil, beberapa negara Afrika, dan Indonesia.
Putin mengatakan bahwa perdamaian dapat dicapai di Ukraina jika Amerika Serikat dan NATO berhenti memasok senjata ke Kiev. "Jika mereka ingin melihat solusi negosiasi untuk konflik ini, cukup bagi mereka untuk menghentikan pasokan senjata," kata Putin.
Dmitri Trenin, mantan perwira intelijen Rusia dan sekarang seorang ilmuwan politik di Moscow School of Economics, mengatakan bahwa Putin menyambut ide-ide dari Tiongkok dan negara-negara non-Barat lainnya. Namun, Kiev mungkin memiliki alasan lain untuk berhati-hati.
Profesor perdamaian David Cortright mengatakan sudah waktunya bagi Ukraina dan Rusia untuk berbicara lebih banyak tentang mengakhiri perang, bahkan jika mereka tidak saling percaya.
"Tidak ada alasan untuk takut pada diplomasi, tidak perlu menyerah pada musuh, kami tahu dari proses perdamaian lainnya bahwa meskipun diplomasi dimulai, konflik bersenjata akan terus berlanjut," ujar David.
"Ini tidak berarti bahwa Ukraina harus mengkompromikan tuntutannya yang sah agar Rusia menarik semua pasukannya dari wilayah Ukraina dan semua wilayah yang diduduki Rusia," tambahnya.
Richard Caplan, seorang profesor di Universitas Oxford, yang telah melakukan penelitian tentang akhir perang dan kondisi perdamaian, menawarkan beberapa pemikiran serius.
Dia mengatakan bahwa sekitar seperempat dari perang tahun 1946 berakhir dalam waktu kurang dari sebulan dan seperempat lainnya dalam waktu kurang dari setahun. Sisanya memakan waktu rata-rata lebih dari satu dekade.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
