
Jalan Tol Kataraja Seksi 1 dalam progres pembangunan yang sudah 94,9 persen. (Dok PTPP untuk JawaPos.com)
JawaPos.com - PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) terus mendorong penyelesaian pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 (STA 0+000–6+700) yang saat ini telah mencapai progres 94,9 persen. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,46 triliun itu memiliki masa pelaksanaan hingga 14 Oktober 2026.
Pembangunan Jalan Tol Kataraja Seksi 1 diarahkan untuk meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Banten, khususnya menghubungkan Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo di Jakarta Utara menuju wilayah Kosambi, Tangerang.
Ruas ini diharapkan dapat mendukung akses transportasi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju kawasan PIK 2, sekaligus memperlancar distribusi logistik dan pengembangan kawasan industri serta pergudangan di wilayah utara Tangerang.
Hingga periode pelaporan proyek, progres realisasi pembangunan telah mencapai 94,9 persen, dengan sisa pekerjaan sebesar 5,077 persen. Ruas tol ini juga telah difungsionalkan sejak 9 Oktober 2025 untuk arah PIK 2 menuju Jakarta dan arah Bandara Soekarno-Hatta menuju PIK 2.
Kini ruas tol itu telah memperoleh kategori bintang 5 berdasarkan hasil uji laik fungsi yang dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Korlantas Polri.
Dalam pembangunan proyek ini, PTPP menerapkan sejumlah inovasi engineering. Salah satunya melalui review design pada jembatan box girder balanced cantilever yang melintasi Sungai Kamal. Optimalisasi jumlah segmen dari 12 segmen menjadi 7 segmen per traveller berhasil mempercepat pekerjaan erection hingga satu bulan lebih cepat dari target semula.
Jalan Tol Kataraja Seksi 1 dalam progres pembangunan yang sudah 94,9 persen. (Dok PTPP untuk JawaPos.com)
Selain itu, pada Jembatan JC Sedyatmo yang memiliki bentang lebih dari 100 meter dan radius terkecil sekitar 88 meter. PTPP menerapkan sistem monitoring kesehatan struktur dengan lebih dari 100 sensor untuk mendukung pengawasan kondisi struktur sejak tahap konstruksi hingga masa operasional.
Salah satu tantangan utama proyek terdapat pada pekerjaan Junction Sedyatmo yang berada di atas Jalan Tol Sedyatmo sebagai salah satu akses utama menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi area kerja yang terbatas membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi yang terukur dengan tetap memperhatikan aspek Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022