
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tragedi maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menjadi alarm keras bagi sistem perkeretaapian nasional. Pengamat transportasi mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan infrastruktur double-double track (DDT) hingga ke Cikarang.
Langkah ini dinilai mendesak untuk memisahkan jalur kereta jarak jauh (KAJJ) dengan kereta perkotaan (KRL), guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa depan.
Pengamat transportasi dari Unika Soegjapranata, Djoko Setijowarno, menekankan bahwa pencampuran jalur antara KRL dan kereta jarak jauh memiliki risiko tinggi karena perbedaan karakter operasional yang kontras.
"Saya lebih cenderung bagaimana jalur itu ada pemisahan kereta jarak jauh dan jarak dekat dan perkotaan. Jadi untuk kereta-kereta yang jarak jauh itu itu dipisahkan adanya double-double track (DDT) gitu. Nah, kalau double track itu kan DDT baru Manggarai sampai Bekasi, mestinya ini sudah harus sampai Cikarang. Itu yang belum," ujar Djoko kepada JawaPos.com, Kamis (30/4).
Menurutnya, perbedaan kecepatan menjadi faktor utama mengapa jalur ini harus dipisahkan. "Iya, karena karakternya kan berbeda, yang satunya perkotaan berhenti di setiap stasiun, satunya antar kota kecepatannya tinggi. Sekarang kecepatan kereta itu sudah sampai 120 kilometer per jam," tambahnya.
Selain masalah DDT, perlintasan sebidang liar juga menjadi sorotan tajam. Djoko mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan melakukan penertiban. Pasalnya, PT KAI hanyalah operator yang tidak memiliki wewenang eksekusi.
Respons Menhub dan Update Korban
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa kelanjutan proyek DDT ke Cikarang akan menggunakan skema baru, yakni investasi bersama atau "patungan" dengan PT KAI. Hal ini seiring rencana perubahan peran Kemenhub yang hanya akan menjadi regulator.
"Untuk pembangunan double-double track Kami akan menyesuaikan tentunya dengan PT KAI. Ada yang menjadi investasi dari PT KAI dan juga ada yang menjadi bagian dari program pemerintah," ujar Dudy saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
