
Menhub Dudy Purwagandhi (kanan) dan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjadi penumpang pertama proses uji coba operasional KRL, Rabu (29/4). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Konten: JawaPos.com-Pemerintah bergerak cepat mengusut tuntas penyebab kecelakaan tragis yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Melalui simulasi sistem persinyalan, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kini tengah mencari titik terang di balik insiden tersebut.
Simulasi tersebut menjadi langkah krusial untuk memastikan apakah ada kegagalan teknis pada sistem pengaturan lalu lintas kereta api saat peristiwa memilukan itu terjadi. Investigasi yang diinisiasi oleh KNKT berfokus pada simulasi teknis untuk memahami bagaimana sistem persinyalan merespons sesaat sebelum benturan terjadi.
Langkah itu diambil guna membedah potensi kelemahan sistem yang mungkin tidak terlihat dalam operasional harian. Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh terhadap proses ini agar hasil yang didapatkan bersifat objektif dan berbasis data lapangan yang akurat.
Hal ini diharapkan mampu menjawab tanda tanya besar publik mengenai faktor teknis penyebab kecelakaan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa data dari simulasi ini akan menjadi fondasi utama dalam perbaikan sistem ke depan. "Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan system," ujar Menhub Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Update Korban dan Penanganan Pascainsiden
Tragedi ini bermula ketika sebuah taksi online mengalami kendala teknis di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, yang menghambat laju KRL. Rangkaian KRL yang berhenti mendadak kemudian dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Hingga Rabu (29/4) pukul 11.00 WIB, data korban menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Sebanyak 46 orang masih menjalani perawatan intensif, sementara 44 penumpang lainnya telah diperbolehkan pulang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022