Walau Ada Kereta Cepat, KA Argo Parahyangan Tetap Beroperasi

18 November 2022, 18:12:34 WIB

JawaPos.com – Moda transportasi kereta untuk rute Jakarta-Bandung nantinya terdapat banyak pilihan. Selain KA Argo Parahyangan, nantinya juga ada Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Meski memiliki rute yang sama, namun harga tiket, waktu tempuh dan stasiun pemberhentiannya berbeda. Selain itu, PT KAI pun belum membuat rencana apa pun terkait KA Argo Parahyangan, meskipun KCJB nantinya mulai beroperasi pada Juni 2023.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan apa pun terkait operasional KA Argo Parahyangan. Kereta api untuk jurusan Jakarta Gambir-Bandung itu masih beroperasi seperti biasa.

“KAI menegaskan bahwa sampai dengan saat ini perjalanan KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp) masih beroperasi seperti biasa,” ujar Joni Martinus kepada JawaPos.com, Jumat (18/11).

Joni Martinus membantah isu yang menyatakan operasional KA Argo Parahyangan dihentikan. “Kami sampaikan bahwa belum ada keputusan ke arah sana,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, KCJB ditargetkan beroperasi pada Juni 2023. Harga tiket diperkirakan mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 500.000. Sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan tiket KCJB dibanderol Rp 250 ribu.

Di sisi lain, KA Argo Parahyangan sudah lama menjadi moda transportasi kereta yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Selama ini KA itu sangat diandalkan oleh warga Jabodetabek untuk berperjalanan ke Bandung atau sebaliknya. Selama ini tiket KA itu berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu.

Joni Martinus menuturkan, saat ini PT KAI masih fokus untuk mempersiapkan hadirnya KCJB sebagai salah satu alternatif transportasi kereta api dari Jakarta ke Bandung. Untuk mendukung operasional kereta cepat itu, PT KAI tengah menyiapkan kereta feeder. Sebab, kereta cepat hanya beroperasi sampai Stasiun Padalarang. Untuk terus ke ke Stasiun Bandung dibutuhkan KA lagi sebagai feeder.

“KAI juga akan mengoperasikan KA Feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung bagi pelanggan Kereta Cepat yang ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah lainnya,” ungkapnya.

Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, kehadiran KCJB nantinya memperkaya alternatif masyarakat untuk melakukan perjalanan Jakarta-Bandung, pulang pergi (PP).

Sebab kedua kereta itu memiliki segmen yang berbeda. Baik dari segi harga tiket, waktu tempuh, dan jarak tempuh. KCJB hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit, KA Argo Parahyangan sekitar 3 jam.

Harga tiket juga berbeda. Kereta cepat sekitar Rp 350 ribu. KA Argo Parahyangan Rp 150.000. “Tinggal masyarakat saja yang memilih mana. Rp 350.000 itu untuk 40 menit. KA Argo Parahyangan Rp 150.000, tapi waktu tempuhnya 3 jam,” kata Azas Tigor dihubungi JawaPos.com, Jumat (18/11).

Mantan Ketua DTKJ itu menjelaskan, banyaknya pilihan transportasi publik ini justru bisa makin menarik masyarakat untuk beralih dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. Apalagi ke depannya ada jalan tol Jakarta-Bandung yang secara waktu hanya cukup ditempuh dalam waktu 1 jam.

“Itu kan nanti terserah saja masyarakat mau pilih yang mana. Semakin banyak pilihan publik transportasi dan itu menarik. Saya pikir akan bisa untuk mengalihkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum,” jelasnya.

Azas meyakini nantinya ada persaingan pasar dari semua pilihan moda transportasi. Semua tergantung pangsa pasar masing-masing. Untuk KCJB bakal menggaet para pekerja ataupun pengusaha di Jakarta yang berniat bertemu klien di Bandung tanpa menginap alias PP.

KA Argo Parahyangan akan tetap digandrungi masyarakat pengguna transportasi publik dengan tujuan tertentu. Meski nantinya, pekerja yang pulang pergi Jakarta-Bandung dalam satu hari akan menyusut.

“KA Parahyangan itu punya pasar sendiri, misalnya untuk pekerja Jakarta-Bandung mingguan itu udah ada pasti (tetap menggunakannya). Paling nanti yang berkurang (penumpang) pekerja yang pergi pagi pulang sore,” imbuhnya.

Azas sangat mendukung banyaknya pilihan transportasi publik. Hal itu lebih meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi. Selain bisa mengirit waktu dan biaya, bisa juga meminimalisasi efek lelah menempuh perjalanan dengan menyetir sendiri.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads