Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juli 2024 | 20.25 WIB

Menilik Manfaat Skema KPBU dalam Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat

Bendungan Jatibarang merupakan sumber air baku SPAM Semarang Barat yang berkapasitas 1.000 liter/detik dengan cakupan layanan air minum sebanyak 70.000 sambungan rumah. (Dinda Juwita/Jawa Pos) - Image

Bendungan Jatibarang merupakan sumber air baku SPAM Semarang Barat yang berkapasitas 1.000 liter/detik dengan cakupan layanan air minum sebanyak 70.000 sambungan rumah. (Dinda Juwita/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sumarjo dan warga Semarang Barat, Jawa Tengah, sudah tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) menjadi solusinya.

Lebih dari tiga dekade lalu, Sumarjo, 77, harus bersusah payah memperoleh air PDAM. Kondisi pun kurang layak jika air mengalir. Air berwarna keruh, tidak layak minum, bahkan salurannya sering mati.

’’Secara bergilir, enam jam baru nyala, setiap hari. Itu pun mengalirnya tidak siang hari, hanya malam. Sehingga, kami harus melek-melek untuk jagongan mendapatkan air,’’ ujar Sumarjo saat ditemui di kantor PDAM Tirta Moedal Semarang, Kamis (18/7).

Namun, kondisi berubah setelah SPAM Semarang Barat mulai beroperasi pada Mei 2021. ’’Airnya bersih, siang-malam mengalir lancar. Jadi, untuk mandi juga bersih, untuk minum harus dimasak dulu seperti biasa,’’ imbuh kakek 10 cucu itu

Dari sisi tagihan air, Sumarjo menyebut harga yang dikenakan juga wajar. Dalam sebulan, hanya sekitar Rp 150 ribu. Pensiunan PT KAI itu juga mengaku sangat jarang mengalami gangguan aliran. ’’Kerusakan hanya seperti pipa pecah karena ada kendaraan angkutan berat yang lewat. Perbaikannya pun cepat sekali,’’ bebernya.

Proyek KPBU SPAM Semarang Barat diprakarsai oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menyediakan layanan air minum dengan kapasitas target 1.000 liter per detik yang melayani sekitar 70 ribu sambungan rumah tangga di Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.
Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) proyek ini adalah PDAM Tirta Moedal, yang menandatangani perjanjian KPBU dengan SPC bernama PT Air Semarang Barat (ASB).

Proyek ini mendapatkan dukungan fiskal dari Kementerian Keuangan berupa Fasilitas PDF dan melalui Penjaminan KPBU oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII). Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis untuk pembangunan fasilitas intake dan jaringan distribusi utama, sementara Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan dalam pengadaan lahan.

Penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) proyek itu adalah PDAM Tirta Moedal yang menandatangani perjanjian KPBU dengan PT Air Semarang Barat (ASB) selaku badan usaha pelaksana.

Direktur ASB Yudi Nurpriyanto mengatakan, berkat skema KPBU, perusahaan bisa menghemat cost infrastruktur sehingga harga pasar yang dijual ke masyarakat bisa ditekan. Pihaknya bisa menjual air baku ke PDAM dengan harga tiga sampai empat kali lipat lebih murah dari harga pasar.

Bila diasumsikan ASB menginvestasikan sepenuhnya Rp 1,2 triliun tanpa skema KPBU, harga yang diberikan ke masyarakat bisa mencapai Rp 7.500 per meter kubik. Sementara saat ini, pihaknya menjual ke PDAM seharga Rp 2.500 per meter kubik.

’’Jadi, artinya kita juga terlibat di sini dalam rangka masyarakat mendapatkan air bersih dengan harga yang layak,’’ jelas Yudi. (dee/c7/dio)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore