Bangunan jembatan yang akan menghungkan Tol Kediri-Tulungagung dengan Bandara Dhoho difoto dari udara. Konstruksi fisik tol rencananya dimulai setelah lebaran. (Foto: WAHYU ADJI/JPRK)
JawaPos.com – Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) terus kejar-kejaran dengan waktu dimulainya pembangunan fisik yang tinggal menghitung hari.
Demi menyiapkan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan fisik jalan Tol Kediri-Tulungagung setelah lebaran, mereka terus melakukan percepatan.
Khususnya, wilayah-wilayah yang masuk kedalam penetapan lokasi (penlok) II atau tambahan tahap II yang diprioritaskan untuk konstruksi akses ke Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Sebagai informasi, penlok tahap II mencakup tambahan kebutuhan lahan di tahap I. Penyelesaian penlok tahap II ini dikebut oleh TPT karena sangat mempengaruhi kapan dimulainya tahap konstruksi.
Ketua TPT Jalan Tol Kediri-Tulungagung Linanda Krisni Susanti menyebut, hanya beberapa lagi wilayah di penlok II yang diprioritaskan akan segera dibebaskan.
Menurutnya, hal tersebut mempertimbangkan kebutuhan lahan untuk konstruksi atau pembangunan fisik yang kemungkinan dimulai setelah lebaran.
“Tidak semuanya tahap II untuk konstruksi. Sebagian besar lagi untuk memenuhi kriteria ketentuan mengenai clear zone. Kalau yang clear zone kan nggak ada konstruksi. Jadi mungkin belum urgent,” ujar perempuan yang akrab disapa Nanda seperti yang dikutip Radar Kediri (JawaPos Grup), Kamis (14/3).
Dengan demikian, Nanda menyebut, prioritas percepatan akan ditujukan pada bidang-bidang yang dibutuhkan untuk konstruksi, yakni bidang yang menjadi satu kesatuan dengan bidang di tahap I.
Nanda mencontohkan, pengadaan tanah untuk penlok tahap II di Desa Tiron yang akan terus dikebut. Hingga sekarang, pelaksanaannya sudah memasuki tahap pendataan yuridis oleh Satgas B.
“Sebagian besar sudah dikosongkan. Mungkin tersisa satu atau dua bidang saja yang masih proses pembongkaran,” lanjutnya terkait progres pengosongan lahan di Desa Tiron.
Adapun progres pengadaan tanah untuk akses ke Bandara Internasional Dhoho Kediri yang diketahui sudah mencapai hingga 70,69 persen.
Menurutnya, persentase tersebut mencakup ruas di Kota dan Kabupaten Kediri. Rinciannya, 95,18 persen lahan akses bandara di Kabupaten Kediri sudah dibebaskan.
Sementara itu di Kota Kediri, pengadaan lahan akses bandara baru 53,41 persen. “Kalau untuk dimulai konstruksinya kemungkinan sudah hampir siap. Bisa dikatakan siap,” ucapnya yakin.
Ditanya terkait ketertinggalan progres di Kota Kediri, Nanda menuturkan pekan ini akan diupayakan pembayaran lanjutan di Kelurahan/Kecamatan Mojoroto.
“Saya juga ngejar supaya Kota Kediri bisa segera sosialisasi untuk penlok tahap 2,” tegasnya.
Hal itu dilakukan menyusul pemberitaan terkait pengerjaan fisik Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang direncanakan akan dimulai pascalebaran.