
Pengendara melintas tak jauh dari proyek box culvert di kawasan Sememi, Surabaya.
JawaPos.com – Proyek saluran box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat hingga Jembatan Raci, Benowo yang memiliki fungsi vital itu, bakal kembali dilanjutkan dan dikebut pengerjaannya pada tahun 2024 ini oleh Pemkot Surabaya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, pihaknya akan memulai start pembangunan lanjutan proyek saluran air yang satu ini pada bulan Februari 2024.
“Untuk lebar box culvert sekitar tujuh meter dan pembangunannya menggunakan APBD Surabaya. Mulai Februari 2024 kita lanjutkan kembali pengerjaannya,” papar Lilik, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup).
Sebelum mulai start di Februari 2024, pihaknya akan melakukan tahap lelang terlebih dulu. “Kita akan lelang nanti mulai Januari 2024,” ucap Lilik, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup).
Diketahui, proyek box culvert Babat Jerawat-Benowo ini merupakan rangkaian pembangunan saluran dari tahun sebelumnya. Pengerjaan sepanjang 200 meter pada 2023 lalu, sudah rampung 100 persen.
“Jadi, kita meneruskan kembali di sana. Tapi memang posisinya sekitar 150 meter atau 200 meter, progresnya sudah 100 persen, sudah selesai. Karena akan kita lanjutkan lagi di tahun 2024,” ujarnya, Jumat (29/12).
Sedangkan untuk proyek pada 2024 ini, pembangunan box culvert akan dilanjutkan dari sisa pengerjaan hingga Jembatan Raci, Benowo. Panjang saluran yang akan dikerjakan mencapai sekitar 1,7 kilometer dengan lebar sekitar tujuh meter.
Lilik menyebut bahwa proyek ini merupakan salah satu yang menjadi prioritas. Sebab, saluran di kawasan barat itu memiliki sejumlah fungsi vital. Salah satunya sebagai penyesuaian saluran karena saluran Banyu Urip di sisi Sememi masih berupa irigasi.
“Dengan dibangunnya box culvert, saluran itu menjadi saluran drainase atau saluran pematusan. Yang awalnya dulu mengaliri wilayah situ dengan air dari Kali Surabaya, sekarang dengan dibangunnya box culvert, maka menjadi saluran pematusan atau drainase,” urai Lilik.
Selain itu, saluran air tersebut juga akan digunakan untuk pengaliran, sekaligus untuk membalikkan arah aliran air. Sehingga, diharapkan dapat memaksimalkan pembuangan mengarah ke Kali Lamong.
***

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
