Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Januari 2024 | 15.48 WIB

Jadi Proyek Prioritas, Pengerjaan Box Culvert Babat Jerawat Surabaya Bakal Dikebut pada Februari 2024

Pengendara melintas tak jauh dari proyek box culvert di kawasan Sememi, Surabaya. - Image

Pengendara melintas tak jauh dari proyek box culvert di kawasan Sememi, Surabaya.

JawaPos.com – Proyek saluran box culvert di Jalan Raya Babat Jerawat hingga Jembatan Raci, Benowo yang memiliki fungsi vital itu, bakal kembali dilanjutkan dan dikebut pengerjaannya pada tahun 2024 ini oleh Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, pihaknya akan memulai start pembangunan lanjutan proyek saluran air yang satu ini pada bulan Februari 2024.

“Untuk lebar box culvert sekitar tujuh meter dan pembangunannya menggunakan APBD Surabaya. Mulai Februari 2024 kita lanjutkan kembali pengerjaannya,” papar Lilik, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup).

Sebelum mulai start di Februari 2024, pihaknya akan melakukan tahap lelang terlebih dulu. “Kita akan lelang nanti mulai Januari 2024,” ucap Lilik, seperti yang dikutip Radar Surabaya (JawaPos Grup).

Diketahui, proyek box culvert Babat Jerawat-Benowo ini merupakan rangkaian pembangunan saluran dari tahun sebelumnya. Pengerjaan sepanjang 200 meter pada 2023 lalu, sudah rampung 100 persen.

“Jadi, kita meneruskan kembali di sana. Tapi memang posisinya sekitar 150 meter atau 200 meter, progresnya sudah 100 persen, sudah selesai. Karena akan kita lanjutkan lagi di tahun 2024,” ujarnya, Jumat (29/12).

Sedangkan untuk proyek pada 2024 ini, pembangunan box culvert akan dilanjutkan dari sisa pengerjaan hingga Jembatan Raci, Benowo. Panjang saluran yang akan dikerjakan mencapai sekitar 1,7 kilometer dengan lebar sekitar tujuh meter.

Lilik menyebut bahwa proyek ini merupakan salah satu yang menjadi prioritas. Sebab, saluran di kawasan barat itu memiliki sejumlah fungsi vital. Salah satunya sebagai penyesuaian saluran karena saluran Banyu Urip di sisi Sememi masih berupa irigasi.

“Dengan dibangunnya box culvert, saluran itu menjadi saluran drainase atau saluran pematusan. Yang awalnya dulu mengaliri wilayah situ dengan air dari Kali Surabaya, sekarang dengan dibangunnya box culvert, maka menjadi saluran pematusan atau drainase,” urai Lilik.

Selain itu, saluran air tersebut juga akan digunakan untuk pengaliran, sekaligus untuk membalikkan arah aliran air. Sehingga, diharapkan dapat memaksimalkan pembuangan mengarah ke Kali Lamong.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore