
Ilustrasi proyek box culvert.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melanjutkan kembali pengerjaan saluran box culvert Jalan Raya Babat Jerawat hingga Jembatan Raci Benowo pada 2024. Itu setelah pada tahap sebelumnya, progres pengerjaan saluran dengan panjang sekitar 150 meter telah rampung 100 persen.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto menyatakan, pengerjaan box culvert Jalan Raya Babat Jerawat-Benowo, merupakan rangkaian pembangunan saluran dari tahun-tahun sebelumnya.
”Jadi kita meneruskan kembali di sana. Tapi memang posisinya sekitar 150 atau 200 meter, progresnya sudah 100 persen, sudah selesai. Karena akan kita lanjutkan lagi di tahun 2024,” kata Lilik Arijanto, Kamis (28/12).
Lilik menjelaskan, pada 2024, pembangunan box culvert akan kembali dilanjutkan dari sisa tersebut hingga Jembatan Raci, Benowo Surabaya. Sedangkan untuk panjang saluran yang akan dikerjakan mencapai sekitar 1,7 kilometer.
”Kita mungkin lelang nanti mulai Januari 2024. Dan mulainya (pengerjaan saluran) sekitar Februari 2024,” ujar Lilik.
Selain itu, Lilik menjabarkan, saluran box culvert yang dibangun di Jalan Raya Babat Jerawat - Benowo, memiliki lebar sekitar 7 meter. Sedangkan untuk anggaran, menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Surabaya.
”Untuk lebar box culvert sekitar 7 meter dan pembangunannya menggunakan APBD Surabaya. Mulai Februari 2024 kita lanjutkan kembali pengerjaannya,” kata Lilik.
Menurut dia, pembangunan box culvert Jalan Raya Babat Jerawat - Benowo, memiliki beberapa fungsi. Yang pertama berfungsi sebagai penyesuaian saluran. Sebab, saluran Banyu Urip di sisi Sememi masih berupa irigasi.
”Dengan dibangunnya box culvert, saluran itu menjadi saluran drainase atau saluran pematusan. Yang awalnya dulu mengaliri wilayah situ dengan air dari Kali Surabaya, sekarang dengan dibangun box culvert, menjadi saluran pematusan atau drainase,” papar Lilik Arijanto.
Sedangkan untuk fungsi kedua, Lilik menjabarkan, pembangunan box culvert Jalan Raya Babat Jerawat - Benowo adalah untuk pengaliran. Artinya, fungsi box culvert itu sekaligus untuk membalikkan arah aliran air.
”Karena di sisi timur sudah saluran drainase, sudah dibikin box, alirannya mengarah ke timur, tapi dengan dibangunnya box ini, nanti alirannya mengarah ke barat, dia langsung dibuang ke Kali Lamong, melalui Saluran Sumberrejo,” kata Lilik.
Sementara itu, untuk fungsi ketiga adalah sebagai akses jalan Lilik menyebut bahwa saluran box culvert yang dibangun tersebut memiliki penutup.
”Karena box convert ini juga tertutup, sehingga nanti bisa dimanfaatkan menjadi jalan akses,” ujar Lilik.
Lilik menegaskan, pembangunan saluran box culvert Jalan Raya Babat Jerawat -Benowo, juga sekaligus bertujuan untuk menangani genangan di kawasan setempat.
”Karena yang pertama penampungannya juga besar, dan kedua, pengalirannya akan terbagi ke Sememi dan Sumber Rejo,” ucap Lilik Arijanto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
