
Bus Listrik milik PT. Transjakarta yang beroperasi di jalur non koridor./Instagram.com/pt_transjakarta
JawaPos.com – PT Transportasi Jakarta atau dikenal sebagai Transjakarta menerangkan saat ini alokasi penggunaan bus listrik untuk melayani jalur non koridor.
Alasan PT Transjakarta memprioritaskan bus listrik untuk jalur non koridor karena fasilitas stasiun pengisian baterai sudah banyak.
“Karena teknologinya, seperti stasiun pengisian baterai (charging station) saat ini sudah tersedia banyak di pasaran,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Transjakarta Mohamad Indrayana dalam diskusi solusi polusi udara kota di Jakarta pada Minggu (16/10).
Indrayana menerangkan pengisian daya bus listrik bisa dilakukan dalam waktu semalam atau bisa melakukan pengisian kembali saat jam angkutan penumpang tidak terlalu padat.
Ia menyebut sejumlah fasilitas pengisian baterai bus listrik tersedia di beberapa tempat seperti terminal, depo maupun lokasi lainnya sesuai ketentuan.
Karena hal tersebut, PT Transjakarta menjadikan rute non koridor sebagai prioritas alokasi bus listrik transjakarta.
Alasannya fasilitas sudah memadai dan mendukung untuk operasional bus listrik Transjakarta di masa yang akan datang.
“Kita juga masih mengikuti studi untuk rute koridor, karena saat ini Bus Rapid Transit (BRT) yang layak melakukan pengisian semalaman hanya koridor satu dan 13,” jelas Indrayana.
Ia menyebut selain kebutuhan pengisian daya, bahwa nantinya bus listrik bisa melayani sejauh 200 hingga 250 kilometer per hari.
Dengan jarak sejauh 250 kilometer maka akan berdampak pada muatan penumpang bisa di atas 100 persen dengan kecepatan penuh.
Lalu Indrayana menerangkan untuk bus listrik dengan non koridor bisa melayani penumpang dengan jarak 200 ribu kilometer sehingga tidak dapat melayani penumpang hingga 100 persen.
Pihaknya menyebutkan karena untuk rute non koridor membutuhkan daya atau kapasitas baterai yang lebih besar dari rute koridor.
“Semakin panjang rutenya dan semakin besar busnya, maka semakin besar ukuran baterainya sehingga berpengaruh pada jumlah pelanggan yang berkurang,” ujar Indrayana.
Sebelumnya PT Transjakarta di tahun 2030 memiliki target 10 ribu unit bus listrik melayani seluruh rute untuk menuju elektrifikasi transportasi publik di masa depan.
“Coba bayangkan pada 2030 dengan mempertimbangkan pertumbuhan dan sebagainya, armada sudah menyediakan kurang lebih 10.047 bus listrik,” lanjut Indrayana
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
