Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 04.28 WIB

Mengenang Susilo Nugroho: 17 Tahun Jadi Den Baguse Ngarso, Bikin Karya Mendidik Tanpa Menggurui

Seniman Susilo Nugroho yang dikenal luas lewat karakter Den Baguse Ngarsa, meninggal dunia (Pemda DIY) - Image

Seniman Susilo Nugroho yang dikenal luas lewat karakter Den Baguse Ngarsa, meninggal dunia (Pemda DIY)

JawaPos.com - Selama 17 tahun, Susilo Nugroho hidup bersama karakter Den Baguse Ngarso dalam serial televisi "Mbangun Desa". Seniman itu kini telah meninggal dunia dengan jejak karya yang lekat di hati masyarakat, terutama Yogyakarta.

Tokoh Den Baguse Ngarso yang angkuh dan gila hormat itu bukan sekadar peran yang dimainkan, tetapi ikut menjadi bagian penting dalam perjalanan berkesenian Susilo hingga namanya dikenal luas masyarakat.

Bagi Susilo, serial "Mbangun Desa" menjadi salah satu fase yang paling membekas dalam hidupnya. Bukan hanya karena panjangnya masa pengabdian dalam serial tersebut, tetapi juga karena program itu berhasil menyampaikan pesan kepada masyarakat tanpa terasa seperti sedang menggurui.

Saat ditemui Radar Jogja (Jawa Pos Grup) di kediamannya di Kampung Jogokaryan, Kota Jogja, 2022 lal, Susilo mengaku hampir dua dekade memerankan Den Baguse Ngarso.

Ia mengenang proses syuting "Mbangun Desa" sebagai pengalaman yang selalu berkesan. Baginya, keberhasilan sebuah episode bukan semata ketika penonton tertawa, melainkan saat pesan yang disisipkan dalam cerita benar-benar dipahami dan mengubah perilaku masyarakat.

Salah satu episode yang paling diingatnya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat desa menjemur gabah di depan rumah. Kebiasaan tersebut terkadang membuat gabah memenuhi sisi kanan dan kiri jalan sehingga mengganggu pengguna jalan.

Cerita itu kemudian dikemas dengan pendekatan komedi. Dalam adegan tersebut, seorang pengendara motor harus mematikan kendaraannya dan bermanuver zig-zag agar tidak menggilas gabah yang sedang dijemur.

Tak disangka, pesan sederhana dari episode tersebut kemudian membawa perubahan. Susilo mengaku mendapat informasi bahwa setelah episode itu ditayangkan, mulai ada masyarakat di sebuah desa yang mengubah cara menjemur gabah.

Gabah tidak lagi memenuhi kedua sisi jalan sehingga pengguna jalan tetap bisa melintas.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore