John Tobing, pencipta lagu Darah Juang, meninggal dunia. (instagram: kagama.channel)
JawaPos.com - John Tobing, pencipta Darah Juang, lagu legendaris yang tidak akan pernah tergantikan sepanjang masa bagi para aktivis dan dunia pergerakan, telah bepulang. John Tobing meninggal dunia tadi malam, Rabu (25/2), sekitar pukul 20.45 WIB di RSA UGM.
John Tobing, yang memiliki nama lengkap Johnsony Maharsak Lumban Tobing, meninggal dunia setelah sempat melawan penyakit stroke yang dideritanya sejak pertengahan Desember 2025.
Jenazah John Tobing kini berada di rumah duka di Rumah Duka RS Bethesda. Jenazahnya rencananya akan disemayamkan di sana sampai dengan Sabtu (28/2) mendatang.
Nama John Tobing memiliki nama harum di kalangan aktivis. Pasalnya, lagu ciptaannya Darah Juang kerap dinyanyikan para aktivis dunia pergerakan di seluruh Indonesia setiap kali mereka melakukan aksi demonstrasi.
Lagu Darah Juang berhasil memberikan suntikan semangat untuk mereka terus berjuang tanpa mengenal lelah demi menegakkan kebenaran dan keadilan.
John Tobing bukan sekadar pencipta lagu. Dia adalah maestro perjuangan yang melahirkan himne abadi Gerakan Reformasi 1998.
John Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Desember 1965. Dia adalah anak ketiga dari 8 bersaudara dari pasangan Hakim Mangara Lumbantobing dan Adelina Sinaga.
Ayahnya adalah seorang PNS hakim yang sering berpindah tempat pengabdian. Otomatis, John Tobing dan keluarga juga harus berpindah-pindah tempat.
Sejak kecil, John Tobing memiliki kecintaan pada dunia musik. Dia belajar alat musik gitar secara otodidak sejak masih duduk di bangku kelas 5 SD.
Saking pengennya dibelikan gitar pertama, dia sampai berjanji ke orang tuanya untuk menghemat uang saku hingga kuliah.
Dilansir JawaPos.com dari Radar Malioboro (Jawa Pos Grup), John Tobing termasuk anak nakal pada usia remaja. Terbukti, dia sempat tidak lulus sekolah di SMA Santo Thomas Yogyakarta akibat kenakalan remaja yang dia lakukan.
John Tobing baru menyelesaikan pendidikannya setelah pindah sekolah di SMA Katolik Banjarmasin. Setelah lulus, dia kemudian melanjutkan pendidikan usai diterima di Fakultas Filsafat UGM pada tahun 1986.
Selain mendaftar kuliah di UGM, John Tobing juga sempat mendaftar di UKI Jakarta dan diterima. Hanya saja, John Tobing lebih memilih kuliah di UGM.
Di UGM, dia ikut terlibat dalam pendirian Biro Pembelaan Hak Mahasiswa Filsafat (BPHMF) sebagai alternatif senat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022