
Adly Fairuz.
JawaPos.com - Aktor Adly Fairuz diketahui digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nilai gugatan kurang lebih mencapai Rp 5 miliar.
Penggugatnya adalah seorang pria bernama Abdul Hadi. Dia melayangkan gugatan setelah anaknya gagal masuk Akademi Kepolisian (Akpol) yang kabarnya dibantu oleh Adly Fairuz pada 2023 silam.
Korban kabarnya telah membayar uang sebesar Rp 3,65 miliar. Korban sangat kecewa karena janji untuk lulus Akpol pada 2023 silam ternyata tidak sesuai harapan. Korban merasa telah diperdaya oleh Adly Fairuz, apalagi Adly disebut mencatut nama Jenderal Ahamd yang ternyata fiktif untuk mengelabuhinya.
Digugat secara perdata ke pengadilan dengan nilai gugatan mencapai RP 3,65 miliar, Adly Fairuz kini buka suara melalui kuasa hukumnya, Andy RH Gultom.
Dia membantah telah melakukan penipuan atau wanprestasi terhadap korban untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2023 silam. Dia pun siap menghadapi gugatan yang saat ini sedang bergulir di pengadilan.
Pihak Adly Fairuz meminta publik untuk tidak terburu-buru dalam memberikan penghakiman sebelum keluar putusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Kami meminta publik untuk tidak terburu-buru menghakimi. Biarkan fakta dan hukum berbicara di persidangan,” kata Andy RH Gultom.
Sang pengacara yakin Adly Fairuz tidak bersalah dalam kasus ini, sehingga nama baiknya akan dapat dipulihkan.
Menurut Andy, gugatan Rp 5 miliar tidak mencerminkan fakta hukum yang sebenarnya. "Tidak ada dasar wanprestasi, tidak ada unsur penipuan, dan tidak ada kerugian riil yang dapat dibuktikan,” ungkap Andy.
Menurut dia, Adly Fairuz perannya sebatas membantu menjadi perantara komunikasi untuk pihak korban dapat masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Dia menegaskan bahwa Adly Fairuz tidak pernah menerima dana mencapai miliaran rupiah sebagaimana diungkapkan pihak korban.
Jika korban benar-benar mengalami kerugian, sang pengacara justu mempertanyakan kenapa permasalahan ini baru dilakukan upaya hukum sekarang ini.
"Jika benar merasa dirugikan, mengapa penggugat tidak segera melaporkan sejak awal? Mengapa menunggu lama dan justru mengajukan gugatan perdata wanprestasi dengan nilai fantastis yang tidak rasional?" ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022