
Aurelie Moeremans. (instahram: aurelie).
JawaPos.com - Aktris Aurelie Moeremans mengungkap sejumlah teman artisnya mendapat ancaman usai mengungkapkan dukungan terhadapnya di media sosial, soal kasus child grooming yang menimpannya. Hal itu membuat Aurelie berhenti mengunggah ulang unggahan dukungan yang didapatnya di media sosial.
Salah satu teman artis yang mendukungnya dan sempat mendapat ancaman adalah Hesti Purwadinata. Diketahui kasus child grooming yang dialami Aurelie terungkap dalam memoarnya yang berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
“Alasan kenapa sudah gak repost story dukungan, bahkan dari teman sendiri atau rekan artis, sederhana tapi penting. Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang, Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM, sampai ke WhatsApp," tulis Aurelie dalam saluran media sosialnya, dikutip Minggu (11/1).
"Tentu tidak digubris. Tapi tetap saja, itu ganggu. Dan aku tidak enak," sambungnya.
Ia menegaskan bahwa pengancaman terhadap teman-teman yang mendukungnya dalam kasus child grooming tak bisa diterima.
"Kalau aku yang diancam, aku bisa terima. Tapi kalau sampai orang lain ikut kena hanya karena berdiri di sampingku, itu berat," tuturnya.
Oleh karena itu, Aurelie memutuskan untuk tak lagi mengunggah ulang dukungan para temannya atas kasus child grooming yang kini netizen mengira pelakunya banyak mengarah pada musisi Roby Tremonti.
"Dengan aku tidak repost, dia tidak tahu siapa saja yang mendukungku. Dan teman-temanku bisa tetap aman dari ancaman gak jelas," ucapnya.
"Doa dan dukungan kalian sampai kok. Diam-diam, tapi kuat," pungkas Aurelie.
Untuk diketahui, Aurelie saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah merilis buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Dalam buku tersebut, ia membuka pengalaman traumatis masa mudanya, termasuk dugaan praktik child grooming yang dialaminya saat masih remaja.
Perbincangan mengenai memoar itu semakin meluas sejak potongan pengakuan Aurelie beredar di media sosial pada awal Januari 2026. Kutipan-kutipan dari buku tersebut memicu diskusi publik tentang relasi tidak sehat, terutama yang terjadi di lingkungan industri hiburan.
Dalam memoarnya, Aurelie menyinggung sosok pria dewasa yang disebut mendekatinya sejak ia berusia 15 tahun. Pria tersebut disamarkan dengan nama “Bobby”. Sejumlah warganet kemudian berupaya menelusuri identitas sosok itu, meski Aurelie sendiri tidak pernah menyebutkan nama secara langsung.
Dalam konteks psikologi, child grooming merupakan pola manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kepercayaan anak atau remaja dengan tujuan mengendalikan, mengeksploitasi, atau melakukan kekerasan seksual. Proses ini kerap berlangsung perlahan dan sulit dikenali oleh korban, karena sering dibungkus dalam bentuk perhatian atau perlindungan.
Aurelie menuliskan bahwa hubungan manipulatif tersebut bermula ketika ia baru memulai karier di dunia hiburan. Pertemuan pertama dengan Bobby terjadi di lokasi syuting iklan, ruang kerja yang seharusnya aman bagi pekerja muda. Saat itu, pria tersebut disebut berusia sekitar 29 tahun, menciptakan ketimpangan usia dan kekuasaan yang signifikan.
Dalam Broken Strings, Aurelie menggambarkan grooming sebagai proses sistematis yang perlahan mengisolasinya dari lingkungan sekitar. Kontrol terhadap cara berpakaian, komunikasi dengan orang lain, hingga kemandirian emosional menjadi bagian dari pola tersebut. Apa yang awalnya tampak sebagai bentuk perhatian, berubah menjadi tekanan psikologis yang menggerus kebebasan dan jati dirinya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
