Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 03.49 WIB

Psikolog Beberkan Efek Fatherless pada Pertumbuhan, Anak Laki-laki dan Perempuan Berbeda

Ilustrasi anak dan ayahnya. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak dan ayahnya. (Freepik)

JawaPos.com - Psikolog Muhammad Iqbal mengungkapkan anak yang tumbuh tanpa kedekatan dengan figur ayah atau fatherless berisiko lebih tinggi menjadi korban child grooming hingga mengalami penyimpangan seksual.

Menurutnya, berbagai kasus remaja bermasalah dalam hubungan, termasuk kehamilan di luar nikah, kerap memiliki benang merah pada relasi yang tidak sehat dengan ayah atau bahkan justru karena tidak relasi sama sekali dengan ayah.

“Rata-rata anak-anak yang bermasalah dalam pacaran, termasuk hamil di luar nikah, itu punya masalah dengan figur ayah. Termasuk juga anak-anak yang melakukan penyimpangan seksual, ada korelasinya dalam beberapa riset,” ujar Iqbal dalam podcast Banyak Tanya di YouTube Jawa Pos TV, dikutip Senin (27/4).

Iqbal menjelaskan, terutama anak perempuan yang tidak memiliki kedekatan emosional dengan ayah cenderung mencari perhatian dan kasih sayang dari laki-laki di luar rumah. Kondisi ini membuat mereka lebih mudah dimanipulasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab alias child grooming.

“Anak-anak yang tidak dekat dengan ayah ini berisiko mencari perhatian dari luar. Sehingga mereka mudah dibujuk, dirayu, dimanipulasi, dan mudah takluk,” jelasnya.

Sebaliknya, anak perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan ayah dinilai lebih memiliki batasan yang jelas dalam relasi. Mereka juga cenderung terbuka kepada orang tua saat menghadapi pendekatan dari orang lain.

“Kalau anak dekat dengan ayah, dia punya role model. Dia akan terbuka kalau ada yang mendekatinya,” kata Iqbal.

Tak hanya berdampak pada anak perempuan, Iqbal menegaskan kondisi fatherless juga berpengaruh pada anak laki-laki. Figur ayah, menurutnya, merupakan simbol kepemimpinan yang membentuk karakter, kebijaksanaan, serta keseimbangan emosi anak.

“Ayah itu simbol leader, pemimpin yang komunikatif, bijaksana, dan adil. Kalau ini tidak didapat, anak akan mencari figur lain,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ayah sebagai pemimpin dalam keluarga. Ketidakhadiran peran tersebut, baik secara fisik maupun emosional, dapat memengaruhi kondisi psikologis anak.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore