
Momen saat Epy Kusnandar ultah ke-60 dengan nasi goreng karena tak punya uang./ Instagram: karinaranau9
JawaPos.com - Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Kali ini, Epy Kusnandar yang dikenal melalui perannya sebagai “Kang Mus” pada sinetron Preman Pensiun meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB.
Kabar duka tersebut diungkapkan melalui unggahan istrinya Karina Ranau di Instagram, @karinaranau9. Adapun Karina mengungkapkan Epy telah meninggal dunia setelah melalui perawatan intensif.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun telah berpulang ke rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa," unggahnya di Instagram, Rabu (3/12).
Menurut keterangan keluarga, almarhum akan dimakamkan pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 08.00 WIB di TPU Jeruk Purut.
Profil Epy Kusnandar, Sosok Kang Mus di Preman Pensiun
Epy Kusnandar, yang lahir di Garut, Jawa Barat pada 1 Mei 1964, menapaki perjalanan karier lebih dari 25 tahun di dunia hiburan. Ia mulai menjejakkan kaki di industri akting pada 1996 lewat sinetron 1 Kakak 7 Ponakan.
Sejak itu, namanya kian dikenal, hingga ia populer berkat berbagai film, FTV, dan terutama perannya yang sangat melekat sebagai Kang Mus dalam Preman Pensiun.
Jauh sebelum memasuki dunia profesional, Epy sudah aktif di teater sejak masa SMA. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang menjadi dasar penting dalam membentuk teknik dan perjalanan aktingnya.
Di televisi maupun layar lebar, Epy tampil dalam beragam judul, mulai dari film panjang, film pendek, hingga serial. Beberapa perannya bahkan membekas kuat di benak penonton, menjadikannya dikenal sebagai aktor dengan karakter yang kuat dan otentik.
Selain berakting, Epy juga sempat merilis lagu, seperti Bukan Manusia Baja (2010) dan Cinta yang Terluka (2013). Dedikasinya pada dunia seni peran pun berbuah apresiasi. Pada Festival Film Indonesia 2012, ia meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik.
Di balik keberhasilannya, Epy pernah melewati masa sulit terkait kesehatannya. Pada 2010, ia divonis mengidap tumor otak berbahaya dan bahkan sempat diperkirakan hanya memiliki sisa hidup empat bulan. Sang istri, Karina Ranau, pernah menceritakan betapa mendadak dan menakutkannya kondisi tersebut.
Sebelum diagnosis, Epy mengalami muntah-muntah, demam, hingga pingsan saat mengemudi. Hasil CT scan kemudian mengungkap adanya tumor di otaknya.
Meski dokter menganjurkan tindakan operasi, Epy dan Karina memilih jalur alternatif. Ia mengonsumsi ramuan herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut, dan secara mengejutkan, ia mampu melewati masa kritis itu dan terus berkarya lebih dari satu dekade setelahnya.
Meski demikian, Epy tetap sadar akan sisa waktunya. Suami Karina Ranau tersebut akhirnya berada pada fase pasrah apabila sewaktu-waktu Tuhan menjemputnya, sebelum akhirnya wafat pada usia 61 tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022