
Tomonobu Itagaki, pencipta Dead or Alive dan seri Ninja Gaiden 3D, meninggal pada bulan Oktober pada usia 58 tahun. (Image Credit: Tomonobu Itagaki)
JawaPos.com - Para pemimpin industri di Jepang baru-baru ini berkumpul untuk menghormati Tomonobu Itagaki, pencipta Dead or Alive dan seri Ninja Gaiden 3D, yang meninggal pada bulan Oktober pada usia 58 tahun.
Lokasi peringatan dipenuhi penghormatan yang tulus, termasuk salinan game buatannya, karya seni, pedang, dan potongan pakaian ikonisnya. Foto-foto yang dibagikan oleh para hadirin menunjukkan betapa besar arti dirinya bagi komunitas video game.
Dilansir dari GameSpot dan VCG, Itagaki merupakan tokoh penting dalam pengembangan game Jepang. Ia mendirikan Team Ninja pada akhir 1990-an dan membantu membentuk game action dan fighting modern.
Di peringatan tersebut, eksekutif Koei Tecmo, Yosuke Hayashi, berbagi kenangan saat bertemu dengan Itagaki pada 2001.
Hayashi mengenang bahwa ia ditugaskan ke tim Itagaki dan diberitahu bahwa tidak ada pekerjaan untuknya.
“Saya ditugaskan ke departemen Anda sebagai perencana game. Anda mengatakan tidak ada pekerjaan untuk saya. Itu yang Anda katakan. Dua minggu setelah saya ditugaskan, memang tidak ada pekerjaan untuk saya, haha. Saat itu, saya mengeluh nasib sial, mengira itu adalah pertemuan yang paling buruk,” ujarnya.
Kenangan terkuat Hayashi adalah saat mengembangkan Ninja Gaiden untuk Xbox antara 2003 dan 2004. Ia mengatakan proyek itu terasa kacau dan terkadang mustahil, tetapi Itagaki tidak pernah menyerah.
“Kami berdua menghabiskan 12 jam setiap malam memeriksa setiap penyesuaian pada game,” katanya.
Saat berbicara tentang mantan mentornya, Hayashi menambahkan, "Anda begitu tulus dan keren," menunjukkan betapa besar rasa hormat yang masih ia miliki.
Itagaki diketahui meninggalkan Tecmo pada 2008 setelah perselisihan hukum, meskipun setahun sebelumnya ia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan pelecehan di pengadilan.
Ia kemudian mencapai penyelesaian dengan Koei Tecmo terkait bonus yang belum dibayar untuk Dead or Alive 4 dan melanjutkan untuk menciptakan Devil's Third di Valhalla Game Studios.
Sebelum meninggalkan Tecmo, ia berkata kepada Hayashi, “Jangan ubah logonya,” sebuah pesan yang diingat Hayashi selama bertahun-tahun.
Hayashi juga membagikan pesan terakhir yang diterimanya dari Itagaki.
“Terima kasih telah mengingat janji kita. Zaman telah berubah ... menjual sejuta kopi tidak lagi memberi banyak pengakuan. Tolong teruslah membuat produk-produk hebat mulai sekarang.”

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
