
Ilustrasi anak perempuan bermain game dengan ayahnya. (Freepik)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menelusuri temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia dan isi konten pada sejumlah game yang beredar di platform Steam di Indonesia.
Kondisi ini dinilai berpotensi membingungkan orang tua dalam menentukan apakah suatu konten digital layak dikonsumsi oleh anak-anak.
Sebagai langkah lanjutan, Kemkomdigi melakukan investigasi menyeluruh, baik terhadap sistem klasifikasi yang digunakan oleh platform maupun dari sisi pengembang game sebagai penyedia konten.
Pendekatan ini diambil agar akar permasalahan dapat dipahami secara komprehensif, mulai dari tahap produksi, penilaian, hingga distribusi konten.
Dalam proses pendalaman tersebut, Kemkomdigi juga menjalin komunikasi intensif dengan pihak Steam untuk mempercepat klarifikasi serta memahami lebih jauh sistem klasifikasi yang diterapkan.
Kedua pihak turut menelusuri konten yang dianggap tidak selaras antara rating dan isi, termasuk menentukan langkah penyesuaian yang diperlukan.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa klasifikasi usia merupakan instrumen krusial dalam perlindungan konsumen, khususnya anak dan remaja.
“Tujuan utama penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya,” jelasnya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).
Sonny menambahkan, hadirnya regulasi terkait klasifikasi usia game menjadi terobosan penting di masa pemerintahan saat ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022