
Penyanyi Tompi. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Dokter Tompi akhirnya menceritakan soal dirinya selalu dibujuk oleh petinggi dari beberapa partai politik (parpol) buat nyaleg dalam 2 kali pemilu berlangsung.
Tompi tak menampik bahwa dirinya sempat tergiur untuk nyaleg dengan tujuan mau ikut berkontribusi pada negeri. Tompi pun melakukan komunikasi lebih lanjut dengan petinggi partai dari sejumlah partai politik yang sempat menawarkannya.
"Saya pikir ada baiknya dengar saja dulu, jajaki, pikirkan, baru putuskan mau berlayar dengan kapal pilihan. Semua tawaran terdengar sungguh-sungguh. Hampir saya ketok palu maju. Namun last minute saya batalin," ujar Tompi dalam unggahannya di Instagram.
Dokter Tompi yang juga seorang penyanyi mengungkapkan 6 alasan kenapa dirinya harus mundur pada menit-menit terakhir untuk mendaftarkan diri sebagai caleg. Mulai dari ketidaksiapan secara pribadi hingga sistem politik di Indonesia yang dianggap Tompi bermasalah.
"Dilematis memang. Berharap perubahan nggak bisa hanya jadi penonton. Tapi kalau masuk, keseret arus. Kita semua percaya Indonesia ini hebat, besar, kuat, banyak orang baik, banyak orang pemikir. Tinggal perbanyak orang jujur kali ya," katanya.
Berikut 6 alasan Tompi yang akhirnya memilih untuk membatalkan tawaran dari petinggi sejumlah partai politik untuk maju sebagai nyaleg.
1. Saya belum selesai dengan diri sendiri secara finansial—- takut sekali ini menjadi celah godaaan untuk nggak konsisten jujur dan Amanah.
2. Takut nggak sanggup bagi Waktu, konsisten antara pekerjaan sebagi dokter atau politisi.
3.Melihat sistemnya saat itu, belum bisa dicerna akal sehat saya. Baru lihat dari luar, belum masuk ke dalam. (pendaanaan kampanye,gaji, dll).
4. Nggak kebayang masuk diajak mikir, tapi harus nurut sama apapun kata partai. Untuk yang sering berurusan sama saya pasti paham, saya agak sulit kompromi dengan hal yang menurut saya keliru. Bahkan di perkumpulan dokter untuk urusan medis pun saya dianggap "sulit diatur"—- lha kalau ada yag ngaco masak dipertahankan? UBAH LAH! Maaf ya, no kompromi
5. Alasan sepele lain: nggak mau jadi anggota/bawahan suatu kelompok yang diketuai oleh seseorang yang duduk disitu karena faktor “orang lama atau keturunan” yang tdk disupport oleh background knowledge yang bergizi .
6. Nggak dapat restu ibu dan istri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
