JawaPos.com - Deva Mahenra dan Davina Karamoy diceritakan menjalani hubungan terlarang atau melakukan perselingkuhan dalam film Ipar Adalah Maut garapan rumah produksi MD Pictures.
Sebelum menerima tawaran ini, Deva Mahenra dan Davina sudah memikirkannya secara matang. Mereka bahkan mendiskusikannya dengan keluarga sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil project ini.
Deva dan Davina harus memikirkan secara matang karena harus siap dengan konsekuensi dari peran yang mereka mainkan. Karena dalam sejumlah kasus, tidak jarang imej dari sebuah karakter lengket sekali dengan artis yang memerankannya.
Deva Mahenra mengaku siap jika gara-gara Aris yang diperankannya dalam film Ipar Adalah Maut garapan sutradara Hanung Bramantyo, dia malah mendapat komentar negatif dari netizen.
"Saya sudah pikirkan dari pertama kali mendapat tawaran ini," ujar Deva Mahenra.
Dia pun menganggap wajar apabila orang-orang jadi kesal. Karena karakter Aris di dalam film Ipar Adalah Maut memang ada potensi kurang lovable bagi masyarakat, terutama bagi para penonton.
"Ya sudah diterima saja, dijalankan saja dengan baik. Harus siap," katanya.
Deva memutuskan untuk menerima tawaran ini karena ingin melengkapi pengalamannya memerankan banyak karakter. Dia tidak mau hanya berada di satu zona memerankan karakter yang mendapat komentar positif.
"Dengan komentar yang beragam, menurutku, itu jadi indikator yang baik. Berarti karakter Aris benar-benar tersampaikan," akunya.
Sementara itu, Davina Karamoy mengakui adegan dewasa dalam film ini merupakan pengalaman pertamanya di dunia seni peran. Awalnya, Davina merasa gugup saat harus beradegan dewasa. Namun dia senang karena proses syuting filmnya sangat memberikan kenyamanan.
"Ketika di set kita merasa aman karena benar-benar dijaga. Hanya orang yang berkepentingan yang ada di set," katanya.
Meskipun ada adegan-adegan vulgar, menurut Davina Karamoy, itu dilakukan dengan trik. Dia pun memastikan proses syutingnya tidak 'sepanas' di dalam film.
Davina Karamoy sudah memikirkan dengan cukup matang pada saat menerima tawaran ini. Dia pun sempat berdiskusi cukup panjang dengan keluarga sebelum mengambilnya.
Davina sendiri tidak masalah memerankan adegan dewasa selama adegan itu memang diperlukan dalam sebuah project. "Aku merasa nyaman selama proses pembuatannya dijaga banget," aku Davina.