Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Januari 2024 | 23.00 WIB

Gegara Ivan Gunawan, Brownis Ditegur KPI, Kenapa?

KPI memberikan teguran pada Brownis./ instagram: kpipusat - Image

KPI memberikan teguran pada Brownis./ instagram: kpipusat

JawaPos.com - Program Brownis mendapatkan sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat gegara Ivan Gunawan.

KPI memberikan teguran lantaran Ivan Gunawan dituding mengenakan pakaian menyerupai perempuan.

KPI Pusat memberikan sanksi untuk program Brownis karena dianggap menormalkan laki-laki yang bergaya menyerupai perempuan.

Teguran yang dijayuhkan KPI pada program tayangan Trans TV tersebut berupa sanksi administratif atau merupakan teguran tertulis.

"Program ini kedapatan menampilkan adegan yang mengarah pada penormalan laki-laki bergaya perempuan yang dipertontonkan kepada khalayak," demikian keterangan KPI dalam unggahannya di Instagram.

Program tersesebut mendapatkan sanksi teguran karena melanggar etika dan norma yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012.

Pelanggaran dilakukan program ini pada 30 Oktober 2023 tepatnya pada pukul 12.38 WIB. "Berupa penampilan a.n Ivan Gunawan menggunakan pakaian, riasan, aksesoris, dan bahasa tubuh kewanitaan," jelas KPI.

Selain itu, KPI Pusat juga telah meminta Trans TV untuk memberikan klarifikasi pada 12 Desember 2023. Dan klarifikasi tersebut menjadi catatan bagi KPI dalam rapat pleno terkait penjatuhan sanksi.

"KPI meminta Trans TV untuk melakukan perbaikan internal dan tidak lagi mengulangi pelanggaran yang sama," tegas KPI.

Atas unggahan KPI tersebut terkait sanksi yang dijatuhkan, netizen menanggapinya beragam. Ada yang setuju atas hal tersebut agar tayangan televisi tidak menormalkan laki-laki berpakaian mirip perempuan atau sebaliknya.

Ada juga yang tidak setuju karena apa yang dikenakan Ivan Gunawan dianggap merupakan unisex.

"Setuju sih, jangan menormalkan hal semacam itu. Lama lama semakin banyak yang pengen terkenal dengan bergaya kewanitaan," komentar salah satu netizen.

"Kok Lucinta Luna nggak kena tegur? Banyak kok yang melehoy-melehoy. Jadi kalau mau negur yang adil @kpipusat menurutku begitu. Kasihan jangan cuma berat sebelah," komentar yang lainnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore