Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 19.00 WIB

Via Vallen, Bawa Dangdut dari Ndeso ke Kelas Internasional

Via Vallen saat beraksi panggung - Image

Via Vallen saat beraksi panggung

JawaPos.com - Via Vallen menjelma menjadi salah satu pedangdut paling populer saat ini. Hebatnya lagi, dia sukses mematahkan stigma bahwa dangdut harus bergoyang dan berpakaian seksi.


Bagaimana kisah Via Vallen hingga berada di puncak popularitas?


Via Vallen bersentuhan dengan dunia tarik suara sejak kelas lima sekolah dasar. Saat itu dia sudah berani tampil di pentas seni dan beberapa ajang lomba menyanyi.


Salah satu orang yang memengaruhi bakatnya adalah Mohammad Arifin, yang merupakan ayahnya sendiri. Orang tuanya itu adalah seorang sebagai gitaris yang mencintai dunia musik.


"Dari kecil, aku sudah suka nyanyi. Di mana pun, kapan pun. Nyanyi terus," kata Via Vallen kepada Jawa Pos, belum lama ini.


Uniknya, pemilik nama Maulidia Octavia itu mengaku justru belum mencintai dangdut saat itu. Ketika remaja dia lebih menyukai genre musik pop rock. Contoh musisi yang disukainya yakni band asal Amerika Serikat, Evanescence, dan penyanyi Avril Lavigne.


’’Mereka itu karakter suaranya powerful. Terus dandanan panggungnya simpel, apa adanya mereka aja gitu," ucapnya.


Salah satu fakta unik lainnya yakni nama panggung Vallen juga diambil dari album pertama Evanescence yang berjudul Fallen. "Aku plesetin saja jadi Vallen. Kece kan?" lanjutnya.


Kesukaan Via Vallen kepada dua musisi itu akhirnya mengubah pola pikirnya. Dia kemudian merasa tertantang untuk mempopulerkan dangdut ke luar negeri. Sama seperti lagu luar negeri yang diterima di Indonesia.


Talenta Via Vallen akhirnya tercium oleh Sera, salah satu orkes dangdut yang hits di tanah air. Dia pun langsung tergerak untuk mengambil kesempatan itu.


"Aku gabung sama Sera pada 2008. Dari situ, aku jalani manggung dari kota ke kota,’’ ujarnya.


Perjalanan awal Via Vallen sebagai pedangdut telah dilandasi komitmen. Dia tidak ingin meniru gaya lama penyanyi dangdut yang lain. Caranya yakni dengan tampil lewat style yang lebih segar, muda, dan modern. Ciri khas yang diusung yaitu perempuan Korea atau gaya Harajuku ala Jepang.


Meski penampilannya sempat dikomentari, Via Vallen tidak peduli. Dia tetap mempertahankan ciri khas penampilan yang simpel dan kekinian.


Kesabarannya perlahan akhirnya berbuah manis. Berkat gaya dan kualitas vokalnya, nama Via Vallen semakin melambung. Panggung kota ke kota mulai dijajalnya. Bahkan tampil di layar kaca hingga ke luar negeri pun telah dilakukannya.


"Waktu itu 2016 konser di Hongkong sama Tiongkok. Ya bawain lagu-lagu biar orang asing dengar lagu dangdut,’’ cerita putri sulung Rosida dan Arif itu.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore