
Kak Seto. (Instagram: kaksetosahabatanak)
JawaPos.com - Pemerhati Anak Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto memberikan penjelasan setelah beredar kabar dirinya tidak menggubris pengaduan ibunda Aurelie Moeremans saat sang aktris menjadi korban child grooming pada 2010 silam.
Kak Seto dalam klarifikasinya membantah melakukan pengabaian terkait aduan orang tua Aurelie Moeremans pada saat itu. Dia sudah berusaha menjembatani untuk tujuan memberikan perlindungan kepada Aurelie.
"Kami mengikuti dengan sungguh-sungguh diskusi publik yang berkembang, termasuk berbagai kutipan dan pernyataan di masa lalu yang kembali diangkat," kata Kak Seto dalam unggahannya di Instagram Story.
Meski demikian, dia secara tersirat mengakui apa yang dilakukannya memang belum optimal jika dilihat dari sudut pandang hari ini. Namun pada masanya, apa yang dilakukan Kak Seto sudah sangat baik mengingat perlindungan anak pada masa itu tidaklah sebaik hari ini.
"Perlu kami sampaikan bahwa praktik pendampingan anak dan cara pandang terhadap relasi kuasa, kerentanan remaja, serta dampak psikologis jangka panjang telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir," tuturnya.
"Pada masanya, setiap pendampingan dan pernyataan disampaikan berdasarkan pengetahuan, kewenangan, serta kerangka pemahaman yang berlaku saat itu," imbuh Kak Seto.
Lebih lanjut diungkapkan Kak Seto, standar perlindungan anak hari ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun silam. Hari ini, perlindungan anak menuntut kepekaan, kehati-hatian, dan perspektif yang jauh lebih kuat terhadap potensi manipulasi, tekanan emosional, dan ketimpangan kuasa dalam relasi yang melibatkan anak dan remaja.
"Oleh karena itu, kami menjadikan refleksi atas praktik masa lalu sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan anak ke depan. Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming," tutur Kak Seto.
Dia juga mengatakan bahwa relasi kuasa antara anak dan orang dewasa tidaklah setara. Anak tidak pernah berada dalam posisi setara untuk dimintai pertanggungjawaban atas relasi yang dibangun melalui tekanan, bujuk rayu, atau ketimpangan kuasa.
"Kami menghormati keberanian siapa pun yang memilih untuk bersuara atas pengalaman masa lalunya, dan memandang suara tersebut sebagai pengingat penting agar sistem perlindungan anak terus diperbaiki, diperkuat, dan semakin berpihak pada kepentingan terbaik anak," tutur Kak Seto.
Selain itu, pria yang sudah puluhan tahun melakukan advokasi untuk membela kepentingan anak di Indonesia, mengajak seluruh pihak untuk menyikapi permasalahan yang dialami Aurelie Moeremans dengan penuh empati, kebijaksanaan, dan fokus pada tujuan bersama. Yaitu untuk menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak Indonesia pada hari ini dan di masa depan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
