Sarwendah. (Instagram/sarwendah29)
JawaPos.com-Sarwendah melalui kuasa hukumnya buka suara soal rumah yang ditempatinya bersama anak-anaknya didatangi 2 orang debt collector pada Jumat, 7 November 2025 lalu.
Sarwendah sangat keberatan mengingat mobil yang dicicil Ruben Onsu tidak ada kaitannya dengan dirinya. Mobil itu dibeli, menurut pihak Sarwendah, setelah dia bercerai dengan Ruben.
Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya bingung kenapa pihak Sarwendah buka suara soal mobil yang dicari debt collector diduga pembayarannya tidak lancar. Pihak Ruben mempertanyakan apa motif di balik pernyataan itu.
"Kami ingin menanggapi, kalau memang permasalahannya yang disampaikan oleh kuasa hukum Sarawendah itu adalah masalah debt collector, kami mempertanyakan apa yang menjadi persoalan yang sangat urgent yang membuat harus ada presscon? Apakah berkaitan dengan tata cara atau kinerja debt collector yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku?," kata pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang.
Minola menyebut, sudah jelas dalam aturan terkait tata cara dan mekanisme terkait penagihan pembayaran utang yang macet.
"Apakah tujuan presscon itu berkaitan dengan masalah ingin menekankan adanya debt collector yang melakukan kerja di luar jam kerja dengan cara-cara yang tidak tepat atau apa? Kalau memang misalnya bukan untuk hal itu, berarti artinya patut diduga hanya ingin mendiskreditkan klien kami, Ruben," ungkapnya.
Menurut Minola Sebayang, ada dugaan pihak Sarwendah membuka ke publik soal mobil Ruben Onsu diburu debt collector tujuannya untuk mempermalukan dimana Ruben dalam keadaan terjatuh secara ekonomi hingga tidak mampu bayar cicilan mobil.
"Jadi ini yang harus dipertegas dulu esensinya apa. Kenapa sampai harus masalah debt collector itu sampai di ranah publik? Karena harusnya ini kan ranah privat. Kecuali ini berkaitan dengan masalah tata kerja debt collector yang bertentangan dengan hukum. Itu pun ada mekanismenya tanpa harus kita mengumumkan ke masyarakat," ungkapnya
"Kecuali memang ini adalah bentuk dan cara untuk mem-framing atau patut diduga memojokkan klien kami bahwa dia dalam keadaan hari ini tidak mampu secara ekonomi atau lagi dalam keadaan yang lalai membayar kewajiban," imbuhnya.
Sebelumnya, Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah menceritakan bahwa kliennya didatangi 2 orang debt collector pada Jumat, 7 November 2025 sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka mencari mobil yang dibeli Ruben, yang diduga menunggak pembayarannya.
Sarwendah menyayangkan debt colector datang ke rumah Sarwendah sampai mengakibatkan ketakutan anak-anaknya. Sarwendah menyesalkan karena merasa sudah tidak ada hubungan apapun antara Ruben Onsu dengan Sarwendah.
Jika masih didatangi debt collector dan ada pemaksaan untuk masuk ke rumah Sarwendah untuk menagih pembayaran atus mencari mobil yang tak diketahuinya, pihak Sarwendah memastikan akan menempuh langkah hukum menyeretnya ke ranah hukum pidana. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
