Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 19.13 WIB

Ashanty Mengaku Sering ke Psikiater, Salah Satunya Penyebabnya Masalah di Masa Lalu

Ashanty resmi tutup bisnis kue Lumiere setelah 6 tahun beroperasi akibat adanya permasalahan internal. (instagram: ashanty_ash)

JawaPos.com-Penyanyi Ashanty memberikan penjelasan atas banyaknya pertanyaan kenapa dirinya harus pergi ke psikiater, padahal dirinya tampak baik-baik saja dan aktif dengan kegiatan sehari-hari.

Ashanty mengatakan bahwa dirinya bukan hanya mengalami autoimun dan harus rutin mengonsumsi obat steroid. Istri Anang Hermansyah itu juga memiliki trauma pada masa lalu yang membuatnya harus pergi ke psikiater untuk berobat.

"Dari kecil aku punya trauma tidur dalam keadaan takut, yang dimana aku nggak mungkin ceritain detailnya di sini, yang akhirnya ngaruh sampai di umur aku yang sekarang," tuturnya.

Ashanty pergi ke psikiater karena hal itu berdampak sekali pada stres yang dialaminya. "Tiap aku stres berat banget, langsung gatal keluar sampai kalau aku garuk, akan luka-luka saking nggak tahannya, dan nggak bisa tidur bisa sampai berminggu-minggu. Disclaimer, ya, di kasur aku bisa merem berjam-jam, tapi ya tetap terjaga!," katanya.

Menurut Ashanty, stres berat yang dialaminya sebenarnya bukan karena masalah tentang pekerjaan atau bisnis saja. Tapi, merupakan akumulasi dari berbagai masalah di pekerjaan, kuliah, kena tipu orang, atau masalah-masalah lainnya. 

"Namun itu mungkin menjadi pemicu ketika semua lagi numpuk berbarengan, yang kadang aku merasa fisik aku baik-baik saja ternyata dalamnya tidak," kata Ashanty.

"Karena kayak berturut-turut saja semuanya terjadi, dan aku selalu tetap bersyukur dengan keadaan yang seperti ini. Meskipun terlihat seolah kuat, tapi ternyata kita nggak bisa berpura-pura terus menjadi wonder woman, hehe. Alam bawah sadar kita teriak ternyata!," ujar Ashanty.

Dalam kesempatan itu, Ashanty menyarankan untuk orang-orang yang memiliki banyak masalah dan terasa berat, sebaiknya tidak malu untuk berkonsultasi dengan psikiater. Karena psikiater akan memberikan saran dan terapi positif untuk tidak membuatnya jadi terasa semakin berat.

"Berobat sebelum nantinya malah jadi depresi, ngaruh ke lingkungan kita juga, kasihan kalau yang sudah punya anak. Dan lakukan yang bikin kalian happy. Kalau aku salah satu obat aku itu adalah makan dan traveling sama keluargaku tercinta, hehehe," tandasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore