JawaPos.com - Masih ingat dengan kejadian tragis gamer muda bernama Liu Jia atau dikenal dengan nama panggilan Fat Cat yang meninggal bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Sungai Yangtze di Chongqing, Thiongkok pada 11 April 2024 lalu ?
Kabar yang sempat beredar sebelumnya, Fat Cat Bunuh diri lantaran cintanya ditolak oleh kekasihnya, Tan Zhu. Dia sudah banyak berkorban demi memperjuangkan cintanya itu. Bahkan dia rela makan makanan sangat sederhana setiap hari demi menabung dan memberikan uang kepada sang kekasih.
Total uang yang sudah diberikan gamer muda ke Tan Zhu dikabarkan lebih dari 1 Rp miliar selama 3 tahun berpacaran. Kakak perempuan Fat Cat menyebut, Tan Zhu sudah mempermainkan cinta Fat Cat tidak benar-benar mencintainya. Sang adik seolah hanya dimanfaatkan untuk mencari keuntungan materi.
Namun hasil investigasi yang dilakukan kepolisian Chongqing mengungkapkan fakta yang sama sekali berbeda. Hasil investigasi justru menunjukkan fakta sebaliknya dari kabar yang berkembang dan viral di media sosial di Tiongkok, beberapa waktu lalu.
Salah satu content creator bernama Lunaby di TikTok memberikan informasi lengkap terkait kasus tersebut. Diungkapkan dengan cukup jelas awal mula terjadi permasalahan dari perkenalan Tan Zhu- Fat Cat hingga munculnya permasalahan hukum setelah aksi bunuh diri.
Masalah hukum berawal dari adanya perselisihan antara kakak Fat Cat dan Tan Zhu yang saling membuat laporan polisi. Pada tanggal 3 Mei 2024, Tan Zhu melaporkan kakak Fat Cat atas kasus pelanggaran privasi. Pada tanggal 5 Mei, kakak Fat Cat melaporkan balik Tan Zhu atas kasus penipuan uang.
"Kasus ini bermula dari Fat Cat ketemu sama Tan Zhu di online games pada November tahun 2021 dan mereka mulai pacaran pada Desember 2021," kata Lunaby dalam kontennya.
Pada Februari 2023, Fat Cat dan Tan Zhu sempat putus. Permintaan putus itu datang dari Tan Zhu dengan alasan tidak mau melakukan hubungan jarak jauh atau long distance relationship.
Fat Cat pada Oktober 2023 memutuskan pindah dari kota asalnya supaya bisa dekat dengan Tan Zhu. Fat Cat menyewa sebuah apartemen yang berada di dekat rumah Tan Zhu. Sejak saat itu, mereka pun melakukan pacaran secara langsung.
Pada bulan November 2023, Tan Zhu mengumumkan di WeChat kalau dia sedang berpacaran dengan Fat Cat. Pada Desember 2023, mereka membuka usaha toko bunga.
Fat Cat pun menginvestasikan uang sebesar 10.000 USD ke toko tersebut. Hubungan asmara mereka berjalan tanpa ada masalah. Bahkan di momen Imlek, Tan Zhu sempat membawa Fat Cat ke kampung halamannya untuk berkenalan dengan keluarganya.
Permasalahan diantara mereka mulai muncul setelah pada April 2024, Tan Zhu mengirimkan pesan ke Fat Cat untuk menjaga jarak terlebih dahulu untuk tujuan memberikan ruang pada diri sendiri terlebih dahulu. Menjaga jarak ini tidak dapat diartikan sebagai putus.
Pada tanggal 10 April 2024 atau sehari sebelum bunuh diri, Fat Cat mengirimkan pesan ke Tan Zhu mau mengirimkan uang sebesar 66.000 yuan atau sekitar Rp 145 juta yang diambil dari rekening bersama di Alipay.
Tan Zhu awalnya keberatan karena Fat Cat masih muda dan membutuhkan uang untuk masa depannya. Tan Zhu bahkan menyatakan ke Fat Cat tidak mungkin selamanya dia mencari keuntungan dari bermain game.
Tan Zhu meminta Fat Cat untuk menyimpan saja uangnya demi masa depannya. Sayangnya, pria berusia 21 tahun itu tetap mentransfer uang ke Fat Cat. Dan Fat Cat minta uang itu dipakai untuk usaha toko bunga.
Pada tanggal 11 April 2024 sebelum melakukan aksi bunuh diri, Fat Cat mengirimkan pesan ke Tan Zhu bahwa hubungan asmara mereka dinyatakan putus.
"Jadi yang mutusin itu bukan Tan Zhu, tapi Fat Cat," ujarnya.
Selama mereka berpacaran, Fat Cat mengirimkan uang ke Tan Zhu sebesar 100.000 USD atau sekitar 1,6 miliar rupiah. Namun, Tan Zhu juga sempat mengirimkan uang sebesar 64 .0000 USD atau sekitar Rp 1 miliar ke Fat Cat dan keluarganya.
Kesimpulan polisi Chongqing atas kasus ini menyatakan bahwa Fat Cat dan Tan Zhu memiliki rekening bersama sebagai tabungan mereka untuk rencana masa depan. Selain itu, hubungan asmara mereka juga dinyatakan terjalin karena cinta dan bukan karena ada unsur penipuan untuk mencari keuntungan materi.
Dengan demikian, tuntutan kakak perempuan Fat Cat terkait dugaan penipuan tidak diterima atau ditolak oleh pihak kepolisian.