
Miss Universe 2023 Fabienne Nicole dan National Director MUID Poppy Capella.
JawaPos.com - Skandal dugaan tindak pelecehan seksual yang terjadi di Miss Universe Indonesia (MUID) memasuki babak baru. Miss Universe Organization (MUO) selaku organisasi induk mengeluarkan keputusan tegas. Tadi malam (12/8), MUO merilis pernyataan resmi bahwa mereka telah memutus kontrak dengan PT Capella Swastika Karya dan Poppy Capella selaku national director MUID. Sementara itu, jumlah finalis MUID yang membuat pengaduan bertambah. Dari yang semula 7 orang, kini lebih dari 10 orang.
Skandal dugaan tindak pelecehan seksual yang terjadi di kontes kecantikan Miss Universe Indonesia (MUID) juga memasuki babak baru. Tim penyidik Polda Metro Jaya sudah melayangkan panggilan terhadap sejumlah finalis yang menjadi korban.
’’Mereka sudah minta dihadirkan, tapi mengingat tidak semua (korban) ada di Jakarta, kami mencoba meminta waktu lebih kepada penyidik,’’ kata Mellisa Anggraini selaku kuasa hukum para korban kepada Jawa Pos kemarin (12/8).
Dia mengaku tidak bisa memastikan kapan kliennya akan memenuhi panggilan tersebut. Namun, diyakini para korban bakal menyambangi Polda Metro Jaya secepatnya. ’’Mudah-mudahan dalam waktu dekat karena setelah korban dimintai keterangan, baru selanjutnya para terlapor,’’ jelas Mellisa. Setelahnya, tahap gelar perkara akan dilakukan.
Polisi juga telah mengecek CCTV di lokasi body checking dilakukan, yakni Hotel Sari Pacific Jakarta. ’’Pihak hotel menyampaikan bahwa CCTV itu tidak menyala. Namun, tentu Polda Metro Jaya tidak langsung percaya. Jadi, tetap akan diperiksa lebih lanjut,” papar Mellisa.
Mellisa lantas membenarkan bahwa Poppy Capella, national director dan owner PT Capella Swastika Karya selaku pemegang lisensi Miss Universe di Indonesia, menjadi salah satu nama yang dilaporkan pihaknya. Nama Poppy bersanding dengan nama lain yang disebut sebagai orang yang memotret para finalis dalam kondisi telanjang menggunakan ponsel. ’’Itu dilakukan saat karantina secara masif,” tutur Mellisa.
Tadi malam, Poppy merilis pernyataan lewat akun @missuniverse_id. Dia menegaskan bahwa dirinya menyikapi secara serius laporan ke kepolisian tentang tindak pidana kekerasan seksual serta sedang berkoordinasi dengan kuasa hukumnya. Poppy juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui, menyuruh, meminta, atau mengizinkan siapa pun untuk melakukan pelecehan seksual melalui body checking.
“Saya sedang mempersiapkan press conference yang lebih komprehensif dan akan dilaksanakan secepatnya,” tandas Poppy di rilis pers.
Mellisa menegaskan, Poppy dan PT Capella Swastika Karya belum meminta keterangan langsung dari para korban saat kasus itu terkuak. ’’Justru, dia malah me-repost posting-an dari finalis lain yang merasa tidak dilecehkan. Sementara itu, korban tidak ditanggapi. Tidak ada reaksi yang benar terhadap kejadian ini,’’ tegas Mellisa.
Mellisa lantas mengungkapkan, jumlah finalis yang menjadi korban dan mengadu kepadanya bertambah. Dari yang semula tujuh orang, kini lebih dari 10 orang. Namun, Mellisa tidak bisa membeberkan jumlah pasti beserta inisialnya. ’’Ada perkembangan, tapi tidak bisa dibuka lebih luas karena masih proses. Kami juga harus menjaga psikis anak-anak ini,’’ ujarnya.
Mellisa menyatakan bahwa para korban hanya menuntut keadilan mengingat itu merupakan sebuah tindak pidana. Mereka berharap pihak kepolisian menyelidiki perkara tersebut hingga tuntas. ’’Dalam UU TPKS sudah diatur dari sanksi sampai hak korban. Ketika korban mau speak up tentang apa yang dialami, tidak ada jalan mundur atau damai,” tegas Mellisa.
Mengenai kondisi terkini para korban, dia menjelaskan bahwa beberapa kliennya masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. Bahkan sampai sekarang masih ada yang dalam pendampingan psikolog. ’’Dalam waktu dekat diagendakan bertemu psikolog dari Kementerian PPPA. Polisi juga ada prosedur perlindungan psikologisnya,’’ jelas Mellisa.
Sementara itu, pemenang Miss Universe Indonesia 2023 Fabienne Nicole pun belum memberikan pernyataan detail mengenai polemik yang terjadi. ’’Sampai saya mendapat detail yang komprehensif mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung, saya harus menahan untuk berkomentar. Saya berharap penyelesaian segera untuk masalah ini,’’ tulis Fabienne dalam Instagram story (9/8).
Jawa Pos telah menghubungi MUID untuk mengajukan wawancara dengan Fabienne dan Poppy. Namun, MUID tidak memberi respons hingga kemarin (12/8). Ketika mengontak melalui ibu Fabienne, Natalia Tanudjaja, menjawab bahwa pernyataan harus melalui persetujuan organisasi.
Di sisi lain, pihak Miss Universe Organization (MUO) selaku organisasi induk sudah mengeluarkan keputusan. Tadi malam (12/8), lewat story akun Instagram @missuniverse, pihak MUO menegaskan telah memutus kontrak dengan PT Capella Swastika Karya dan Poppy selaku national director. ”Sudah jelas bahwa franchise ini tidak sesuai dengan standar, etika, atau ekspektasi dalam kesepakatan kami,” tulis MUO.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
