Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Maret 2022 | 18.47 WIB

Pemerintah Harus Realisasikan Investor yang Berminat Garap IKN

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto (kanan) - Image

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto (kanan)

JawaPos.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai pemerintah perlu serius dalam menggaet investor yang masih ragu berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN). Ini dilakukan untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan SoftBank.

Salah satu calon investor adalah Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Diketahui sampai saat ini, mereka masih belum menyatakan deal untuk menggelontorkan investasi terhadap IKN.

"Jadi langkah yang mungkin strategis oleh pemerintah adalah oke tidak apa-apa itu yang Jepang (SoftBank) keluar, yang kemarin itu cuma janji saja. Dari Pangeran Arab atau dari UEA itu harus segera diupayakan realisasinya supaya tidak mempengaruhi (proyek IKN)," kata Eko ketika dihubungi JawaPos.com, Senin (21/3).

Menurutnya, cabutnya SoftBank akan mempengaruhi investor lain untuk menaruh dananya pada proyek tersebut. Termasuk juga para investor yang berada dalam satu gerbong bersama perusahaan asal Jepang itu.

"Kalau mereka pergi, itu image juga, ketika dia menarik diri, itu akan bersama gerbong (investor lain) juga narik diri. Bagaimanapun, mereka (SoftBank) itu adalah magnet, price maker, yang kecil-kecil itu ngikutin yang besar. Pola itu, risiko ada terjadi," tuturnya.

Jika tidak ada investor yang hendak menanamkan modalnya di IKN, sudah bisa dipastikan pembangunan akan membuat APBN membengkak. "Memang sih pembangunan pemerintahannya adalah APBN, tapi kalau investor tidak masuk itu kan kita butuh pelabuhan dan bandara dan macam-macam, yang mempercepat itu kan swasta," jelas Eko.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa UEA akan berinvestasi dalam pembangunan IKN Nusantara. Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan dirinya untuk menyelesaikan sejumlah hal terkait kerja sama kedua negara tersebut. “Sekarang ini kita betul,” kata Luhut, Senin (7/3).

Pada kesempatan lain, Luhut juga mengatakan bahwa telah mengirimkan tim khusus ke Arab Saudi untuk menindaklanjuti penjajakan investasi di IKN. Ia menjanjikan pembicaraan terkait investasi akan mencapai kemajuan sebelum Ramadan.

"Sekarang Indonesia dengan Arab Saudi lagi bicara. Saya WhatsApp terus dengan Crown Prince. Crown Prince bertanya sampai mana progresnya. Dia sangat progresif," ujar Luhut, Kamis (17/3).

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore