
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto (kanan)
JawaPos.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai pemerintah perlu serius dalam menggaet investor yang masih ragu berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN). Ini dilakukan untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan SoftBank.
Salah satu calon investor adalah Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Diketahui sampai saat ini, mereka masih belum menyatakan deal untuk menggelontorkan investasi terhadap IKN.
"Jadi langkah yang mungkin strategis oleh pemerintah adalah oke tidak apa-apa itu yang Jepang (SoftBank) keluar, yang kemarin itu cuma janji saja. Dari Pangeran Arab atau dari UEA itu harus segera diupayakan realisasinya supaya tidak mempengaruhi (proyek IKN)," kata Eko ketika dihubungi JawaPos.com, Senin (21/3).
Menurutnya, cabutnya SoftBank akan mempengaruhi investor lain untuk menaruh dananya pada proyek tersebut. Termasuk juga para investor yang berada dalam satu gerbong bersama perusahaan asal Jepang itu.
"Kalau mereka pergi, itu image juga, ketika dia menarik diri, itu akan bersama gerbong (investor lain) juga narik diri. Bagaimanapun, mereka (SoftBank) itu adalah magnet, price maker, yang kecil-kecil itu ngikutin yang besar. Pola itu, risiko ada terjadi," tuturnya.
Jika tidak ada investor yang hendak menanamkan modalnya di IKN, sudah bisa dipastikan pembangunan akan membuat APBN membengkak. "Memang sih pembangunan pemerintahannya adalah APBN, tapi kalau investor tidak masuk itu kan kita butuh pelabuhan dan bandara dan macam-macam, yang mempercepat itu kan swasta," jelas Eko.
Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa UEA akan berinvestasi dalam pembangunan IKN Nusantara. Menurut Luhut, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan dirinya untuk menyelesaikan sejumlah hal terkait kerja sama kedua negara tersebut. “Sekarang ini kita betul,” kata Luhut, Senin (7/3).
Pada kesempatan lain, Luhut juga mengatakan bahwa telah mengirimkan tim khusus ke Arab Saudi untuk menindaklanjuti penjajakan investasi di IKN. Ia menjanjikan pembicaraan terkait investasi akan mencapai kemajuan sebelum Ramadan.
"Sekarang Indonesia dengan Arab Saudi lagi bicara. Saya WhatsApp terus dengan Crown Prince. Crown Prince bertanya sampai mana progresnya. Dia sangat progresif," ujar Luhut, Kamis (17/3).

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
