Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 03.13 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Nilai Kekayaan Budaya Indonesia Jadi Modal Strategis Bangsa

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (tengah) saat mengunjungi Pameran 200 Tahun Perang Jawa. (Humas Kementerian Kebudayaan) - Image

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon (tengah) saat mengunjungi Pameran 200 Tahun Perang Jawa. (Humas Kementerian Kebudayaan)

JawaPos.com - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai kekayaan budaya Indonesia menjadi modal strategis untuk memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam percaturan kebudayaan global.

Fadli mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Mulai dari keberagaman suku bangsa, bahasa daerah, tradisi lisan, seni pertunjukan, hingga situs arkeologi yang menyimpan jejak panjang peradaban manusia.

“Kekayaan tersebut bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset strategis yang dapat memperkuat identitas nasional, mendorong inovasi, serta meningkatkan peran Indonesia dalam percaturan kebudayaan global,” ujar Fadli dalam Kuliah Umum bertajuk Indonesia sebagai Megadiversity Kebudayaan: Strategi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Warisan Budaya Bangsa yang diselenggarakan Media Indonesia di Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini, Jakarta pada Sabtu (17/10).

Fadli menekankan bahwa Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia. Dengan lebih dari 17 ribu pulau, sekitar 1.340 suku bangsa atau kelompok etnis, serta 718 bahasa daerah, Indonesia memiliki keragaman ekspresi budaya yang luas dan unik.

“Indonesia bukan sekadar negara yang memiliki keberagaman budaya, tetapi merupakan negara dengan megadiversitas kebudayaan. Kekayaan ini adalah modal strategis untuk memperkuat identitas nasional, membangun karakter bangsa, serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kontribusi penting dalam perkembangan peradaban manusia,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman budaya perlu dipahami sebagai kekuatan yang menyatukan masyarakat, bukan faktor yang memisahkan. Fadli melanjutkan kebudayaan memiliki peran sebagai binding power atau perekat sosial yang memperkuat solidaritas di tengah perbedaan, sekaligus menjadi soft power yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk membangun hubungan dan diplomasi kebudayaan dengan negara lain.

Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian dalam kuliah umum ini adalah gagasan Out of Nusantara. Yakni perspektif mengenai posisi Nusantara dalam sejarah evolusi manusia dan perkembangan peradaban.

Gagasan ini mengajak masyarakat untuk melihat wilayah Indonesia tidak semata-mata sebagai jalur persinggahan migrasi manusia purba, tetapi juga sebagai habitat penting tempat manusia purba beradaptasi dan berkembang dalam rentang waktu yang panjang.

Pembahasan tersebut didukung oleh kekayaan temuan arkeologis dari berbagai situs di Indonesia, antara lain Sangiran, Trinil, Ngandong, dan Flores. Situs-situs tersebut menjadi sumber penting bagi penelitian mengenai kehidupan manusia purba dan sejarah panjang kawasan Nusantara.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore