Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 September 2026 | 00.43 WIB

Begini Cara Rumah Anak SIGAP Libatkan Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak

Luly Triana Hapsari, Fasilitator kader & stimulasi individu memberikan edukasi di Rumah Anak SIGAP dari Tanoto Foundation, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Luly Triana Hapsari, Fasilitator kader & stimulasi individu memberikan edukasi di Rumah Anak SIGAP dari Tanoto Foundation, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rumah Anak SIGAP dari Tanoto Foundation tidak hanya memberikan stimulasi kepada anak, tetapi juga melibatkan orang tua dalam proses pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang. Orang tua mendapatkan edukasi agar lebih memahami kebutuhan anak sekaligus mengetahui stimulasi yang dapat dilakukan di rumah.

Hal tersebut disampaikan Luly Triana Hapsari, Fasilitator Kader & Stimulasi Individu Rumah Anak SIGAP. Ia menjelaskan kegiatan yang dilaluinya di Rumah Anak SIGAP, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis (17/9) hari ini.

Menurutnya, materi diberikan disesuaikan dengan usia anak. Salah satunya kelas pengasuhan tematik yang secara khusus melibatkan orang tua.

“Kebetulan yang saya pegang hari ini itu usia 12-24 bulan. Dan kegiatan hari ini itu kelas pengasuhan tematik, yang mana itu orang tua yang mendapatkan materinya. Nah, setelah mendapat materinya, orang tua nanti mengisi kuis yang ada di aplikasi dari Rumah Anak Sigap,” ujar Luly.

Menurut Luly, keterlibatan orang tua tidak berhenti pada pemberian materi. Orang tua juga diajak aktif selama proses pembelajaran melalui diskusi dan tanya jawab. Cara tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain kita menyampaikan materi mengenai tema hari ini, kita juga harus membuat orang tua ikut aktif juga, ikut kreatif juga. Jadi selain kitanya juga menyampaikan, kita juga tanya nih ke orang tua yang materi kita sampaikan sudah paham atau belum,” katanya.

“Terus dari ibaratnya yang mereka alami, itu kan bisa saling sharing. Maksudnya ibaratnya dikasih aturan yang mana SOP-nya itu juga, selain kelas nggak monoton aja, orang tua juga disuruh aktif juga. Jadi adalah diskusi, adalah tanya jawab gitu,” lanjut Luly.

Ia menambahkan, materi yang diterima orang tua diharapkan tidak hanya berhenti di kelas. Pengetahuan tersebut dapat diterapkan ketika mendampingi anak di rumah maupun dibagikan kepada orang lain.

Tak hanya itu, pada Rumah Anak SIGAP, orang tua juga mendapatkan pemahaman mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak. Menurut Luly, hal tersebut penting. Sebab, apabila ditemukan adanya keterlambatan atau kekurangan dalam perkembangan anak, orang tua dapat segera mengambil langkah yang diperlukan.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore