
Luly Triana Hapsari, Fasilitator kader & stimulasi individu memberikan edukasi di Rumah Anak SIGAP dari Tanoto Foundation, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (17/9/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rumah Anak SIGAP dari Tanoto Foundation tidak hanya memberikan stimulasi kepada anak, tetapi juga melibatkan orang tua dalam proses pengasuhan dan pemantauan tumbuh kembang. Orang tua mendapatkan edukasi agar lebih memahami kebutuhan anak sekaligus mengetahui stimulasi yang dapat dilakukan di rumah.
Hal tersebut disampaikan Luly Triana Hapsari, Fasilitator Kader & Stimulasi Individu Rumah Anak SIGAP. Ia menjelaskan kegiatan yang dilaluinya di Rumah Anak SIGAP, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis (17/9) hari ini.
Menurutnya, materi diberikan disesuaikan dengan usia anak. Salah satunya kelas pengasuhan tematik yang secara khusus melibatkan orang tua.
“Kebetulan yang saya pegang hari ini itu usia 12-24 bulan. Dan kegiatan hari ini itu kelas pengasuhan tematik, yang mana itu orang tua yang mendapatkan materinya. Nah, setelah mendapat materinya, orang tua nanti mengisi kuis yang ada di aplikasi dari Rumah Anak Sigap,” ujar Luly.
Menurut Luly, keterlibatan orang tua tidak berhenti pada pemberian materi. Orang tua juga diajak aktif selama proses pembelajaran melalui diskusi dan tanya jawab. Cara tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan benar-benar dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selain kita menyampaikan materi mengenai tema hari ini, kita juga harus membuat orang tua ikut aktif juga, ikut kreatif juga. Jadi selain kitanya juga menyampaikan, kita juga tanya nih ke orang tua yang materi kita sampaikan sudah paham atau belum,” katanya.
“Terus dari ibaratnya yang mereka alami, itu kan bisa saling sharing. Maksudnya ibaratnya dikasih aturan yang mana SOP-nya itu juga, selain kelas nggak monoton aja, orang tua juga disuruh aktif juga. Jadi adalah diskusi, adalah tanya jawab gitu,” lanjut Luly.
Ia menambahkan, materi yang diterima orang tua diharapkan tidak hanya berhenti di kelas. Pengetahuan tersebut dapat diterapkan ketika mendampingi anak di rumah maupun dibagikan kepada orang lain.
Tak hanya itu, pada Rumah Anak SIGAP, orang tua juga mendapatkan pemahaman mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak. Menurut Luly, hal tersebut penting. Sebab, apabila ditemukan adanya keterlambatan atau kekurangan dalam perkembangan anak, orang tua dapat segera mengambil langkah yang diperlukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022