Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Mei 2026 | 04.10 WIB

Mengenal Bulan Maria: Tradisi Berabad-abad Menghormati Sang Bunda dalam Gereja Katolik

Foto patung Bunda Maria dan Bayi Yesus (Pexels) - Image

Foto patung Bunda Maria dan Bayi Yesus (Pexels)

JawaPos.com - Umat Katolik memiliki agenda liturgi yang cukup padat, di mana hampir setiap harinya mereka akan mengenang orang-orang suci. Selain itu, terdapat bulan-bulan tertentu yang dikhususkan bagi sosok-sosok penting dalam sejarah Gereja.

Penghormatan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas peran krusial mereka dalam berdirinya Gereja. Sebagai contoh, bulan Mei ini ditetapkan sebagai Bulan Maria.

Selama periode ini, umat Katolik memfokuskan ibadah mereka untuk menghormati peran mulia Sang Bunda.

Apa Itu Bulan Maria?

Dilansir dari Our Lady of Hope Grafton, Gereja Katolik telah memiliki kebiasaan ini selama berabad-abad. 

Pada abad pertengahan, kebiasaan ini sudah sering dilakukan, terutama berpusat pada praktek pengusiran musim dingin Karena tanggal 1 Mei dianggap sebagai awal pertumbuhan baru. 

Sejak periode itu, tradisi Tricesimum atau "Devosi 30 Hari Kepada Maria" muncul atau "Bulan Bunda Maria" diadakan dari tanggal 15 Agustus hingga 14 September, dimana periode dengan penanggalan ini masih dirayakan di beberapa daerah. 

Sejarah

Dilansir dari New Advent, periode devosi ini merupakan penerapan praktek dari Doktrin Persekutuan Orang Kudus. 

Karena doktrin ini tidak membatasi diri secara eksplisit pada Kredo Para Rasul, banyak orang akan kebingungan karena tidak ada jejak jelas dari kebiasaan pemujaan Perawan Maria pada sejarah awal gereja Kristen. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore